Diramaikan Aksi Ambil Untung, IHSG Bergerak di Rentang 5.900-6.080

oleh -254 views

garudaonline, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bakal dipengaruhi oleh gejolak harga komoditas pada awal pekan ini, Senin (26/11). Sejumlah harga komoditas yang sedang terkoreksi di antaranya, batu bara dan minyak mentah dunia.

Analis PT Anugerah Sekuritas Bertoni Rio mengatakan pelemahan harga sejumlah komoditas akan mendorong pelaku pasar melakukan aksi ambil untung atau profit taking pada pekan ini. Dengan demikian, bukan tidak mungkin IHSG berbalik melemah, setelah posisi Jumat (23/11) kemarin menguat tipis.

“IHSG (pekan ini) akan bergerak dalam rentang 5.900-6.080,” kata Bertoni

Secara keseluruhan, ia berpendapat pola pergerakan indeks pekan ini tak jauh berbeda dari pekan lalu yang terkoreksi tipis. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG sepanjang pekan lalu turun sebesar 0,1 persen ke level 6.006 dari posisi 6.012.

“Tapi pengumuman dividen dari emiten perlu diperhatikan juga,” tutur Bertoni.

Tak sependapat, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya justru optimistis penguatan IHSG akan berlanjut pada awal pekan ini ditopang oleh aksi beli pelaku pasar asing. Hal itu mengartikan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup menarik di mata asing.

“Ditambah kinerja emiten yang disinyalir akan cukup cemerlang hingga penghujung tahun 2018,” kata William melalui risetnya.

Dengan demikian, IHSG berpeluang bergerak dalam rentang support 5.868 dan resistance 6.123 sepanjang hari ini. Ia juga merekomendasikan beberapa saham berbasis infrastruktur, seperti PT Jasa Marga Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Adhi Karya Tbk.

Terkait kinerja saham pekan lalu, selain indeks yang terkoreksi, nilai kapitalisasi pasar BEI ikut melemah 0,06 persen menjadi Rp6.796 triliun dari posisi Rp6.800 triliun. Dari 10 indeks sektoral, lima di antaranya menguat dan lima sisanya melemah. Dalam hal ini, sektor pertambangan terkoreksi cukup dalam sebesar 7,01 persen dan industri dasar menjadi sektor yang paling menguat sebesar 3,21 persen.

Sementara itu, pergerakan bursa saham Wall Street tak cukup baik pada akhir pekan lalu. Tiga indeks utamanya melemah, yakni Dow Jones turun 0,73 persen, S&P500 turun 0,66 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,48 persen. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar