Diresmikan, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Galeri Perdamaian Ponpes Al-Hidayah

oleh -552 views
Kapolrestabes Medan KBP Dadang Hartanto SIK SH MSi meletakan batu pertama pembangunan galeri perdamaian Ponpes Al-Hidayah di Dusun IV Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang

garudaonline – Kutalimbaru | Peletakan batu pertama tanda pembangunan galeri perdamaian pondok pesantren (Ponpes) Al-Hidayah di Dusun IV Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, dimulai secara resmi, Jumat (29/12/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kaban Kesbang Pol Suriadi Bahar, mewakili Pangdam I BB Letkol Defi D, Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol Irwan Khaidir, Direktur Intelkam Polda Sumut Kombes Dedi Kusuma Bakti dan Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Polisi (KBP) Dadang Hartanto SIK SH MSi.

Tampak juga Ketua FKPT Sumut Zulkarnain Nasution, Kasat IK Polrestabes Medan AKBP Masana Sembiring, Ketua MUI Prof DR Moh Hatta, Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna SH SIK MH dan Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH.

“Tujuan didirikannya galeri perdamaian Ponpes Al-Hidayah ini untuk melihat sebuah memori yang dihimpun dan diuraikan tentang apa alasan, mengapa mereka membunuh, landasan teologisnya, dan siapa pelakunya,” ujar staf ahli Ponpes Al-Hidayah Ihwan Azhari.

Sementara itu Ketua FKPT Sumut Zulkarnain Nasution berharap galeri tersebut dapat menjadi pencegahan terhadap penyebaran faham radikalisme. Ia juga mengimbau kepada segenap warga agar memantau kegiatan anak remaja di luar sekolah. Pasalnya, faham radikalisme ini dilakukan mereka-mereka melalui jaringan atau sendiri sendiri.

Senada juga disampaikan Kaban Kesbang Pol Suriadi Bahar. Ia mengatakan keberadaan Ponpes Al-Hidayah adalah sarana untuk menunjang bagi para santri untuk menimba ilmu agama.

“Harapan saya gedung ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dijaga dan dirawat agar dapat di pergunakan untuk para santri selanjutnya. Semoga pesantren ini dapat melahirkan alumni-alumni yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” harap Suriadi.

Ketua MUI Kota Medan Prof DR Moh Hatta mengatakan perbuatan yang di benci Allah SWT adalah mereka yang berbicara dan berbuat sesuatu. Sementara dia tidak paham dengan apa yang dilakukan, untuk itu perlunya sarana pendidikan agar generasi mudah tidak salah memilih jalan yang ditempuh.

“Mari kita jauhi mereka-mereka yang bodoh yang telah memecah belah kita dan menyengsarakan masyarakat,” ajak Hatta.

Sedangkan Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol Irwan Khaidir menyebut bahwa kepolisian dan masyarakat bahu membahu dalam memberantas terorisme. Ia juga berharap agar pemerintah juga bekerjasama membantu dan bersinergi dalam pembangunan galeri tersebut.

“Tempat seperti ini (galeri perdamaian ponpes)di Indonesia baru ada dua, satu di sini (Kutalimbaru) dan satunya lagi Jawa Tengah (Jateng).

(g.01)

Berikan Komentar