Disiplin Bayar Pajak, DJP Beri Penghargaan pada 24 Perusahaan dan Pribadi

oleh -25 views

garudaonline, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberi penghargaan kepada 24 wajib pajak (WP) besar badan atau perusahaan yang dinilai patuh terhadap aturan perpajakan. Kesebelas perusahaan di antaranya merupakan perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Beberapa emiten yang dimaksud antara lain, PT Bukit Asam Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Selain itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, dan PT United Tractors Tbk.

Tak hanya itu, enam WP orang pribadi juga mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Dengan begitu, ada 30 WP yang diberikan penghargaan atas kedisiplinan membayar pajak sepanjang 2018.

Enam WP orang pribadi itu merupakan pebisnis yang memiliki usaha di berbagai bidang. Pengusaha sektor energi, Arifin Panigoro kembali mendapatkan kado dari negara setelah tahun lalu juga meraih penghargaan.

Kemudian, ada pula Alexander Tedja yang kerap disebut sebagai raja properti di bawah bendera Pakuwon Group, Budi Purnomo Hadisurjo yang menggerakkan bisnis Optik Melawai, Direktur Utama PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir, bos stasiun televisi swasta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja, dan Rachmat Theodore Permadi atau TP Rachmat sebagai pendirk Triputra Group.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan penghargaan ini diberikan bukan hanya karena disiplin bayar pajak, tapi juga responsif dalam memenuhi permintaan data di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) masing-masing. Selain itu, mereka juga dinilai mendukung program pajak yang diinisiasi oleh DJP.

“Program-program DJP seperti integrasi data dan pertukaran data WP 2018, lalu inkluasi kesadaran pajak, dan sosialisasi aturan pajak terbaru,” papar Robert, Rabu (13/3).

Ia menyebut 30 WP badan dan orang pribadi ini terdaftar di KPP Kanwil WP besar. Secara total, realisasi penerimaan pajak di Kanwil tersebut pada 2018 sebesar Rp418,73 triliun, lebih tinggi dari posisi tahun sebelumnya yang hanya Rp361,84 triliun.

“Tahun 2019 kami menargetkan penerimaan pajak di Kanwil DJP WP besar sebesar Rp498 triliun,” terang Robert.

Pemerintah akan terus melakukan kerja sama dengan WP besar terkait pertukaran data. Robert mengklaim hal itu memberi keuntungan bagi WP karena memudahkan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dan mengurangi beban administrasi WP.

“Kalau bagi DJP integrasi data mempermudah pengawasan, memperoleh data untuk penggalian potensi WP lain, dan meningkatkan pencapaian penerimaan,” pungkas Robert.

Informasi saja, realisasi penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 meleset dari target. Tercatat, penerimaan pajak hanya terisi Rp1.315,9 triliun atau setara 92,4 persen dari target Rp1.424 triliun

Berikut daftar 30 WP besar yang mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan:

WP Badan

1. PT Adaro Indonesia
2. PT Astra Daihatsu Motor
3. PT Astra Honda Motor
4. PT Bio Farma (Persero)
5. PT Bukit Asam (Persero) Tbk
6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
7. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
8. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
9. PT Bank Central Asia Tbk
10. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk
11. PT Freeport Indonesia
12. PT Honda Prospect Motor
13. PT Kaltim Prima Coal
14. PT Kideco Jaya Agung
15. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
16. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
17. PT Pertamina (Persero)
18. PT PLN (Persero)
19. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
20. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
21. PT Toyota Astra Motor
22. PT Unilever Indonesia Tbk
23. PT United Tractors Tbk
24. PT Petrokimia Gresik

WP Pribadi

1. Arifin Panigoro
2. Alexander Tedja
3. Budi Purnomo Hadisurjo
4. Garibaldi Thohir
5. Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja
6. Rachmat Theodore Permadi (CNN/dfn)

Berikan Komentar