Diskusikan 5 Hal Ini Bersama Pasangan Sebelum Melaju ke Jenjang Pernikahan

oleh -352 views

garudaonline, Jakarta: MENIKAH adalah keputusan penting dan besar dalam hidup seseorang. Keputusan akan menikah dengan pasangan untuk seumur hidup tersebut tidak bisa diambil sembarangan, gegabah, dan terburu-buru.

Banyak hal yang harus diluruskan bersama pasangan, sebelum memutuskan sepakat akan menikah. Isu-isu premarital tersebut, menurut para ahli jika tidak dibicarakan di waktu yang tepat sejatinya dapat memberikan dampak pada kehidupan pernikahan itu sendiri.

Apa saja isu-isu sebelum menikah yang harus didiskusikan dengan pasangan sebelum mantap menikah? Melansir Timesofindia, Kamis (11/10/2018).

1. Kehidupan cinta di masa lalu

Semua orang memiliki masa lalu masing-masing, maka tak ada gunanya untuk mencoba lari dari masa lalu. Jelaskan kehidupan cinta di masa lalu dengan pasangan yang akan dinikahi, sebab pasangan kita harus tahu jelas tentang pengalaman kisah cinta yang kita lalui dan bagaimana pengalaman tersebut kemungkinan sedikit banyak mempengaruhi kehidupan kita.

2. Tanggung jawab setelah menikah

Soal urusan rumah, banyak yang masih berekspektasi bahwa pihak perempuan lah yang harus menanggung semua tanggung jawabnya. Sedangkan pihak suami bertanggung jawab soal keuangan di rumah tangga tersebut. Tapi ingat, zaman dan pola kehidupan sudah berubah, jika kita dan pasangan sama-sama bekerja maka harus didiskusikan berdua seperti apa peran yang akan dijalankan oleh masing-masing ketika hidup berumah tangga nanti.

3. Keuangan

Suka atau tidak, masalah uang memang bisa membuat hubungan retak. Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu pasangan tentang status keuangan kita. Dengan berada di ‘kapal’ yang sama, maka kita bersama pasangan baru bisa merencanakan masa depan sesuai kemampuan kita berdua.

4. Ekpektasi dari pihak orangtua

Menikah berarti bukan hanya pasangan yang dinikahi, tapi juga keluarganya. Penting adanya harus memberi tahu pasangan tentang orang tua kita dan apa harapan mereka dari anggota keluarga yang baru. Ingat, kita sendiri bertanggung jawab untuk mempersiapkan pasangan kita untuk masa depan dan beri tahu dia tentang gaya hidup dan keluarga kita sebelum menikah.

5. Ekpektasi akan kehidupan

Semua orang memiliki harapan dari kehidupan dan orang-orang yang menjadi bagian dari kehidupan kita. Jadi, wajar untuk memiliki harapan dari partner hidup yang akan berbagi kehidupan dengan kita. Banyak loh orang yang menelan kekecewaan dari harapan yang tidak terpenuhi, yang mungkin memiliki efek ireversibel kepada kehidupan pernikahan yang dijalani. (okz/voshkie)

Berikan Komentar