Dituding Susupkan Orang Jadi Relawan PEPES, TKN: Itu Fitnah Untuk Menyelamatkan Wajah Sendiri

oleh -197 views

garudaonline, Jakarta: Juru Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Dedek Prayudi menegaskan pihaknya tak pernah menyusupkan orang ke kubu Prabowo-Sandiaga Uno untuk menyebarkan kampanye hitam di Pilpres 2019.

Hal itu ia katakan untuk merespons tuduhan Wakil Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono yang menyebut emak-emak Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES) penyebar kampanye hitam bagian adalah pihak lawan yang berpura-pura menjadi relawan.

Dedek menyatakan Ferry sedang menyebarkan fitnah dengan menuduh TKN melakukan hal tersebut demi menyelamatkan wajah tim Prabowo-Sandiaga yang sudah tercoreng di Pilpres.

“Itu sebar fitnah, kita tak pernah menyusupkan, itu mereka lakukan untuk menyelamatkan wajah mereka,” kata Dedek saat dihubungi tim media, Rabu (27/2).

Dedek menyatakan menyatakan ibu-ibu yang melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi di Karawang berstatus sebagai relawan PEPES. Sedangkan PEPES sendiri, kata dia, sudah terdaftar secara resmi menjadi bagian dari relawan Prabowo-Sandiaga di Pilpres.

“Sudah jelas ibu itu terdaftar di tim relawan BPN,” kata dia.

Lebih lanjut, Dedek menilai BPN sedang panik karena berbagai strategi kampanye hitam berupa penyebaran kabar bohong (hoaks) di tengah-tengah selalu ketahuan.

“Hoaks yang dilemparkan ketahuan terus. Mulai dari bu Ratna Sarumpaet, sampai ibu yang di Jawa Barat ini,” kata dia.

Melihat hal itu, Dedek menyatakan kubu Prabowo sedang berupaya untuk menyelamatkan nama baik paslonnya dengan cara menuduh balik tim Jokowi yang terlibat.

“Makanya, cara termudah menyelamatkan wajah mereka adalah menuduh balik,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono mengaku belum bisa memastikan apakah emak-emak PEPES tersebut bagian dari relawan resmi Prabowo-Sandi atau bukan. Sebab kata dia bisa jadi mereka adalah pihak lawan yang berpura-pura menjadi relawan.

“Belum tahu ya. Yang jelas di kami itu harus didaftarkan. Kan bisa jadi mereka pihak lawan yang pura-pura jadi relawan kami,” kata Ferry di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (26/2).

Seperti diketahui, tiga emak-emak PEPES itu kini ditahan di Polres Karawang dengan dugaan melakukan kampanye hitam kepada Jokowi. Para emak-emak itu telah berstatus tersangka.

Ketiganya ditangkap setelah berkampanye dari pintu ke pintu dengan menyebut azan akan dilarang dan pernikahan sejenis dibolehkan jika Jokowi menang Pilpres 2019. Mereka dikaitkan dengan organisasi relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi atau PEPES. (CNN/dfn)

Berikan Komentar