Dituduh Curang, Traveloka Sebut Konsumen Tak Gunakan Angka Unik

oleh -321 views

garudaonline, Jakarta: Traveloka mengakui sejumlah persoalan pembayaran tiket oleh konsumen memang masih terjadi sampai saat ini. Masalah tersebut terjadi akibat kesalahan konsumen dalam membayar pemesanan tiket.

PR Manager Busyra Oryza mengatakan konsumen biasanya diberikan angka tiga digit terakhir terkait nominal harga yang harus dibayarkan. Misalnya, konsumen harus membayar tiket dengan harga Rp500 ribu, tetapi untuk memudahkan kode transaksi konsumen maka diberikan tiga digit terakhir, contohnya Rp500.312.

“Kalau bayarnya tidak sesuai tiga digit terakhir yang diberikan, tiket pesawatnya tidak akan terbit. Terbitnya ini bisa melalui e-mail dan aplikasi kalau konsumen ada aplikasi,” papar Busyra, Rabu (19/12).

Busyra mengatakan beberapa konsumen itu kemungkinan besar membayar harga tiket dengan jumlah bulat. Bila total yang dibayar harus Rp500.312, maka yang dibayar misalnya Rp500.400.

“Mungkin sebagian konsumen merasa lebih bagus dibulatkan saja, tapi itu justru salah,” jelas Busyra.

Makanya, ia menyarankan, jika konsumen tidak mendapatkan tiket dalam waktu setengah jam setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, seharusnya konsumen melapor langsung ke tim Traveloka.

“Jadi setelah diinfokan, nanti dicek lalu bisa booking ulang. Kalau tidak uang bisa di refund (kembalikan). Komitmen kami dalam menangani keluhan bisa lewat customer service,” papar Busyra.

Masalah dalam transaksi belanja online mengemuka. Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rolas Sitinjak mengatakan pihaknya mendapatkan pengaduan belanja onlinedari konsumen yang menjadi korban saat berbelanja di Traveloka, Lazada, dan Tokopedia.

Salah satu kasus yang masuk dalam aduan BPKN terkait pembelian tiket di Traveloka. Korban yang mengadu mengaku tak mendapatkan tiket meski sudah membayar lunas tiket yang dibeli melalui Traveloka tersebut. Hal itu diketahui korban saat sudah berada di bandara.

“Ketika ditanya ke pihak maskapai, mereka bilangnya tidak ada pemesanan tiket dari Traveloka,” ucap Rolas.

Terkait pengaduan ini, Busyra menyatakan manajemen belum berkomunikasi atau pun mendapatkan laporan langsung dari BPKN. Ia menegaskan pihaknya tentu otomatis langsung melakukan proses ketika mendapatkan laporan tersebut.

“Data keluhan yang dilaporkan oleh BKPN sendiri kami belum mengetahui seperti apa karena belum ada informasi yang resmi yang kami terima,” jelasnya.

Selain Traveloka, BPKN juga menyebutkan pengaduan konsumen terhadap pelayanan Lazada dan Tokopedia terkait dengan transaksi diskon. Permasalahan untuk Tokopedia sendiri menyangkut dengan program flash sale dan Lazada berkaitan dengan tagihan transaksi yang terlambat.

“Lazada ini tagihan terlambat tanpa alasan yang jelas, tapi kami juga sedang lakukan investigasi,” tutur Rolas.

Dihubungi terpisah, VP of Operations Tokopedia Rudy Dalimunthe mengatakan perusahaan selalu mengedepankan keluhan dan kritik konsumen sebagai bahan perbaikan dan evaluasi. Selain itu, Rudy menyebut pihaknya seringkali melakukan upaya edukasi agar pengguna Tokopedia memahami betul cara berbelanja di aplikasi dan website Tokopedia.

“Kami juga mengambil peran sebagai mediator bila terjadi permasalahan pemesanan, yaitu membantu memediasi penjual dan pembeli untuk menemukan win-win solution,” kata Rudy. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar