Dituntut Hukuman Mati, Kurir 270 Kg Sabu Menangis Tersedu

oleh -410 views

garudaonline – Medan | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Utomo menuntut Irwantoni (38) kurir narkotika jenis sabu seberat 270 Kg dengan hukuman mati. Pria ini langsung menangis sejadi-jadinya di pelukan sang istri lantaran tak terima dengan tuntutan itu.

“Menuntut terdakwa dengan hukuman mati,” ucap JPU Sindu Utomo dalam sidang beragenda tuntutan di ruang Cakra V, Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/9/ 2017).

Usai pembacaan tuntutan itu, terdakwa langsung diberi kesempatan untuk membacakan pembelaan. Di persidangan itu, terdakwa mengaku dijebak oleh Ayau yang sebelumnya sudah mendapat vonis mati dari majelis hakim dalam persidangan terpisah.

“Aku dijebak oleh Ayau yang majelis. Aku disuruh Ayau carikan gudang di Belawan. Katanya untuk menyimpan barang-barang pertanian dan elektronik. Rupanya pas digrebek baru tahu aku kalau gudang itu untuk menyimpan sabu,” kilahnya.

Namun pleidoi terdakwa, ditanggapi dingin oleh hakim. Bahkan saat hendak diboyong kembali ke sel tahanan terdakwa langsung memeluk istrinya yang duduk di bangku pengunjung. Dia menangis sejadi-jadinya.

Dalam kasus ini, 4 orang rekan terdakwa yakni masing-masing bernama Ayau (40), Daud alias Athiam (47), Lukmansyah Bin Nasrul (36) dan Jimmi Syahputra Bin Rusli (27) telah divonis mati oleh majelis hakim.

Penyelundupan barang haram itu sendiri berawal dari pertemuan Daud alias Athiam dengan Lau Lai alias Aan alias Jecky (DPO) di Hotel CK Malaka, Malaysia, pada 17 Agustus 2015 lalu. Daud lalu bertemu dengan Ayau dan Irwantoni untuk mencari importir dan gudang di Medan.

Kemudian Daud mentransfer uang sebesar Rp55 juta ke rekening Jimmi untuk membeli mobil Carry yang akan digunakan mengangkut narkotika itu. Pada September 2015, Lukmansyah mendapat kabar dari Irwantoni bahwa sabu akan masuk dari Malaysia menuju Medan.

Pada Oktober 2015, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mendapatkan informasi akan ada pengiriman sabu ke Medan dan Dumai, lalu melakukan penyelidikan. Pada 16 Oktober 2015, Jimmi dihubungi Irwantoni yang mengabarkan adanya pengiriman barang dari Dumai.

Sabu-sabu itu kemudian dibawa ke komplek pergudangan Jade Square, Jl KL Yos Sudarso Km 11,5, Kecamatan Medan Deli. Lukmansyah bertugas sebagai pengawal. Dia berada di mobil terdepan untuk memberitahukan apabila ada razia.

Sampai di gudang itu, petugas BNN melakukan penangkapan terhadap 4 orang terdakwa yang sudah divonis mati tersebut. Sedangkan Irwantoni berhasil lolos. Namun polisi berhasil menciduk Irwantoni saat berada dalam sebuah mobil di Kecamatan Rupat kabupaten Bengkalis, Riau.

(Fidel)

Berikan Komentar