D’Ozone, Teknologi Kekinian untuk Amankan Penyimpanan

oleh -294 views

garudaonline, Medan: Sebagian besar produk pertanian tentu membutuhkan sistem penyimpanan, yang bertujuan agar produk tetap segar hingga ke konsumen. Permanfaatan teknologi untuk memperpanjang masa simpan buah dan sayuran menjadi jalan keluar agar kualitas tetap terjaga.

Berkaca dari hal inilah, Center For Plasma Research, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro (Undip) menyerahkan mesin generator ozon (D,Ozone) kepada Gapoktan Hidrotani Sejahtera untuk digunakan para petani yang ada di Sumatera Utara.

Penyerahan mesin teknologi tersebut langsung diberikan oleh Muhammad Nur, DEA yang mewakili Rektor Undip yang disaksikan oleh Perwakilan Kemenristek Dikti, Ketua Komisi VII DPR RI, H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak. MM.CA, Dinas pertanian Kabupaten Deli Serdang, Kepala Desa Suka Maju, Gapoktan, dan para pelaku Pertanian yang ada di Sumatera Utara.

Salah satu perwakilan dari Gapoktan Hidrotani Sejahtera, Yahya Pulungan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Riset Dikti Terkhusus Bidang Inovasi Perguruan Tinggi.

“Dengan adanya alat D’Ozone, maka hasil produksi petani akan semakin lama waktu simpannya. Sehingga dapat meningkatkan mutu sayur kita,” katanya, Minggu (24/11).

Yahya menuturkan bahwa produk holtikultura yang baik dan berkualitas harus terjaga kebersihannya. “Dan penanganan yang baik dan konsisten mulai dari panen, hingga sampai ke konsumen, diharapkan nilai jual dari produk tersebut akan baik bahkan meningkat,” ucapnya.

Ketua Komisi VII DPR RI H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak.MM.CA mengharapkan dengan hadirnya Generator Ozon semakin membantu para petani, dan pelaku bisnis pertanian untuk menjaga kualitas hasil tani nya. Sehingga keuntungan yang sangat luar biasa bisa didapat.

“Saya juga mengucapkan rasa terimakasih kepada Universitas Diponegoro Semarang, yang telah membantu para petani agar dapat menggunakan teknologi pertanian. Apa lagi generator ozon ini merupakan karya anak bangsa. Saya secara pribadi ikut Bangga,” ujarnya.

Sebelumnya, Centre For Plasma Research. Fakultas Sains dan Matematika UNDIP Semarang dan PT. Dipo Technologi telah melakukan riset dan penelitian yang pada akhirnya menciptakan Generator Ozon untuk Penyimpanan Produk Pertanian.

Sementara itu, perwakilan dari Fakultas Sains dan Matematika Undip sebagai pengagas produk ini, Dr. Muhammad Nur DEA menjelaskan bahwa sistem bekerja dengan cara pencucian air berozon dan penirisan dengan udara berozon, perlakuan tersebut akan menghilangkan jamur, bakteri, kapang dan pestisida.

“Sistem yang terdiri dari generator ozon, pelarutan ozon ke dalam air, konveyor dan sistem penyemprotan air berozon dan pengeringan produk hotikultura serta tempat penyimpanan berupa cold storage,” jelasnya.

“Hasil pengujian juga menunjukkan cabai yang telah mendapatkan perlakuan dalam sistem ozonisasi. Dan penyimpanan dapat terjaga kualitasnya dalam waktu yang lama, lebih dari tiga bulan,” pungkas Muhamad Nur. (voshkie)

Berikan Komentar