DPO Narkoba Polres Sergai Ditangkap saat Makan di RM Sempurna

oleh -1.038 views
Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H (kiri) merilis tersangka di RSU Sultan Sulaiman

garudaonline – Sergai | TWN alias Botak (26), bandar sabu yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Sat Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) akhirnya berhasil ditangkap.

Warga Dusun IX Firdaus, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai ini diciduk polisi ketika sedang makan di RM Sempurna, Jalan Medan – Tebingtinggi.

“Tersangka ditangkap pada Rabu, 5 Februari 2020 sekira pukul 14.00 WIB,” kata Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang, S.H., M.Hum melalui Kasat Narkobanya AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H.

Dikatakan, penangkapan tersangka Botak merupakan hasil pengembangan dari dua tersangka masing-masing, Juar dan Kabul.

“Saat ditangkap pada Jumat, 17 Januari 2020 lalu, tersangka Kabul mengaku mendapatkan barang bukti sabu dari tersangka Botak,” kata Martualesi Sitepu.

Setelah mendapat keterangan dari tersangka Kabul, polisi lantas menerbitkan DPO untuk tersangka Botak. Polisi lantas melakukan pengembangan, mencari keberadaan tersangka Botak.

Tepat pukul 14.00 WIB, Rabu, 5 Februari 2020, polisi mendapat informasi bahwa tersangka Botak sedang berada di RM Sempurna,
Jalan Medan – Tebingtinggi, Desa Rampah Kiri, Kecamatan Sei Rampah, Sergai.

Mendapat informasi tersebut, sejumlah personel Sat Narkoba Polres Sergai dipimpin langsung Kasatnya AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H, Kanit Idik I Ipda Virza, dan Kanit Idik II Ipda Pranata Purba langsung bergegas ke RM Sempurna.

“Sesampainya di sana (RM Sempurna), kami melihat tersangka Botak sedang makan. Kami lantas mengamankannya,” sebut Martualesi.

“Dari tersangka, kami menyita barang bukti dompet berisi 1 bungkus besar dan 3 bungkus sedang plastik klip transparan berisikan butiran kristal diduga narkotika jenis sabu.”

“Berat brutto 50,05 gram. Ada juga dompet warna pink yang berisikan 1 unit timbangan elektrik dan 6 bal plastik klip transparan kosong
, serta uang Rp.125.000,” tutur Martualesi.

Setelah berhasil menangkap tersangka Botak, polisi lantas melakukan pengembangan. Namun saat dilakukan pengembangan, tersangka Botak melakukan perlawanan.

“Dia (tersangka Botak) memukul anggota dan berusaha merebut senjata apinya. Dalam keadaan perlu dan mendesak terhadap tersangka diberikan tindakan tegas dan terukur dimana lutut kanan tersangka ditembak.”

“Selanjutnya, tersangka kami bawa berobat ke RSU Sultan Sulaiman. Setelah itu, dia kami bawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan,” terang Martualesi.

(g.01)

Berikan Komentar