DPTb Kota Medan Hanya 48 Orang, Formulir A5 ‘Nganggur’

oleh -201 views

garudaonline, Medan: Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Kota Medan ternyata berjumlah lebih sedikit dari pemilu sebelumnya.

Informasi ini diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum Kota Medan yang mencatat DPTb masih berjumlah 48 orang di mana 47 di antaranya akan keluar Medan dan satu orang lagi berasal dari daerah lain yang akan memilih di Medan.

Nana Miranti, Komisioner KPU Medan, mengungkapkan pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) di Medan sementara ini sebanyak 962 orang.

“Itulah yang sudah terdata untuk tahap kedua ini,” ujarnya, Rabu (23/1).

KPU Medan menilai jumlah dalam Daftar DPTb ini masih terlalu sedikit berdasarkan pengalaman dari pemilu-pemilu sebelumnya. Dalam Pilgub Sumut 2018 misalnya, jumlah pemilih yang masuk DPTb mencapai ratusan orang.

Karena itu seharusnya jumlah DPTb jauh lebih banyak dari yang ada saat ini. Terlebih, Kota Medan merupakan basis universitas dan perguruan tinggi yang ada di Sumut sehingga pasti akan banyak masyarakat dari luar akan menggunakan hak suaranya di Medan. Apalagi hari libur untuk pencoblosan hanya satu hari.

Padahal, menurutnya KPU Medan sudah melakukan sosialisasi semaksimal mungkin dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Karena itu, dia mengaku tidak tahu persis penyebab dari kondisi tersebut.

“Apakah waktunya masih panjang atau memang masyarakat yang tidak mau tahu, saya juga tidak bisa memastikan,” katanya.

Dalam aktivitas sosialisasi yang dilakukan KPU Medan, masyarakat dinilainya juga tidak terlalu merespon apa yang disampaikan. Namun dia juga mengakui ada juga masyarakat yang memang belum memiliki kesempatan waktu, terutama mereka yang bekerja di pabrik.

Mereka yang bekerja di pabrik kesulitan mencari kesempatan waktu karena banyak yang tidak memiliki hari libur. Juga menghadapi kondisi, tidak diizinkan manajemen pabrik keluar di sela-sela jam kerja untuk datang ke KPU Medan mengurus DPTb.

Kondisi tersebut menjadi hambatan karena KPU Medan hanya berwenang melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, dalam proses pendaftaran DPTb. Untuk langsung “jemput bola” juga tidak memungkinkan karena keterbatasan SDM dibandingkan dengan luas wilayah dan kepadatan penduduk Kota Medan.

Namun bagaimana pun juga KPU Medan serta PPK dan PPS dipastikannya akan terus melakukan sosialisasi. Mengajak masyarakat proaktif untuk bisa mengurus DPTb dengan formulir A5, sedini mungkin.

Hal itu karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyak dari masyarakat mengurus DPTb baru pada saat menjelang pencoblosan. Meskipun memang waktu pengurusan DPTb masih panjang, sampai Maret 2019, tetapi menurutnya, akan lebih bagus bila dilakukan lebih cepat.

“Bila lebih cepat, KPU akan dapat mempertimbangkan dengan lebih matang lokasi pendirian TPS,” demikian Nana. (dfnorris)

Berikan Komentar