Dua Lagi Terduga Teroris Ditembak Mati

oleh -574 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H memberikan keterangan terkait penangkapan dua terduga teroris di Tanjungbalai

garudaonline – Medan | Tim dari Densus 88 Antiteror kembali menembak mati dua orang terduga teroris di Kota Tanjungbalai, Sumut, Kamis 18 Oktober 2018. Keduanya ditembak lantaran menyerang petugas saat dilakukan penindakan.

Informasi yang diperoleh, kedua terduga teroris yang tewas yakni AN dan RI berusia sekitar 20 tahun. Keduanya disergap tim Densus 88 Antiteror di salah satu rumah di Jalan Sipori-pori Gang Jumpul, Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung, Tanjungbalai, Sumut.

Tim Densus 88 Antiteror terpaksa menembak mati keduanya karena melakukan perlawanan saat dilakukan penindakan. Keduanya menyerang petugas dengan menggunakan senjata api. AN meninggal di lokasi dan R meninggal dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Medan.

“Tersangka meninggal dunia saat dilakukan penindakan. Dua pelaku ini melakukan perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H di Tanjungbalai, Jumat 19 Oktober 2018 siang.

Agus menyebutkan tim juga mengamankan barang bukti dari pelaku berupa satu buah senjata api rakitan, satu selongsong peluru yang sudah diledakkan dan sebilah pisau.

“Selain itu pistol dan lima kontainer yang berisi bahan peledak. Jadi awalnya masyarakat yang menemukan dan memberi petunjuk kepada petugas tentang keberadaan para pelaku, shingga pelaku bisa dilumpuhkan,” ujarnya.

Kemudian, tim Densus 88 Antiteror melakukan pengembangan dan penggeledahan di salah satu rumah kediaman terduga teroris di Tanjungbalai. Di sana ditemukan tiga buah rompi dan tujuh kontainer yang berisi bahan peledak dan paku.

“Termasuk juga serbuk-serbuk bahan bahan pembuatan bom rakitan. Inilah yang ditemukan dalam pengembangan tadi,” paparnya.

Agus menyebutkan kedua terduga teroris ini merupakan kelompok Syaiful yang ditangkap pada bulan Mei yang lalu.

“Inikan kelompoknya. Syaiful yang ditangkap pada Mei lalu, ini merupakan DPO. Mereka menjadikan sasaran kantor Mako Polri dan vihara-vihara maupun objek-objek lain,” pungkasnya

(voshkie)

Berikan Komentar