Dua Perampok di Jalan DI Panjaitan Medan Ditangkap

oleh -1.487 views
Wakasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Roni Bonnic (kiri) didampingi Kanit Pidum AKP Rafles Marpaung (kanan), dan Panit Pidum Iptu Herison Manullang (belakang) merilis kedua tersangka pelaku perampokan di kawasan Jalan DI Panjaitan Medan.

garudaonline – Medan | Dua dari empat anggota kawanan perampok di Jalan DI Panjaitan, Medan, Sumatera Utara berhasil ditangkap personel Satreskrim Polrestabes Medan. Keduanya ditangkap sesaat setelah merampok uang milik tiga remaja ABG (Anak Baru Gede), Minggu (6/8/2017) dini hari.

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah melalui Wakasatreskrim Kompol Roni Bonnic mengatakan, kedua tersangka tersebut adalah, Posma Johanes Panjaitan (24) warga Jalan Sei Wampu, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Baru, dan Wanca Emil Harahap (25) warga Jalan Sei Tuntung Baru, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru.

“Satu tersangka atas nama Posman ini masih berstatus mahasiswa. Dari penangkapan itu kita sita barang bukti dua unit sepeda motor masing-masing, Honda Supra X 125 BK 5304 AHC, dan Honda Supra tanpa plat,” ujar Roni Bonnic didampingi Kanit Pidum AKP Rafles Marpaung dan Panit Pidum Iptu Herison Manullang.

Dikatakan, modus operandi tersangka bersama-sama sebanyak 4 orang dengan mengendarai sepeda motor mengikuti sepeda motor korban. Mereka lalu memaksa korban berhenti dan melakukan pengancaman agar para korban menyerahkan semua barang yang dibawanya.

“Sabtu (5/8/2017) sekira pukul 23.30 WIB, korban Arol Ramadhan alias Arol (17) warga Jalan Denai Gang Langgar, Kecamatan Medan Denai bersama dua orang temannya, Manyak (17) Sandi Suhada (17) dengan mengendarai sepeda motor bermaksut pulang sehabis bekerja.”

“Di tengah perjalanan, mereka singgah makan durian di kawasan Jalan Iskandar Muda. Selanjutnya sekira pukul 01.30 WIB, korban bersama kedua temannya kembali berjalan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah mereka. Namun sesampainya di kawasan Jalan DI Panjaitan, mereka bertemu para pelaku,” terang Roni.

Setelah bertemu, sambung Roni, para pelaku menyuruh para korban berhenti, namu para korban tetap berjalan sehingga oleh para pelaku korban diancam. Takut, para korban lantas berhenti. Di situlah mereka dipaksa jongkok oleh para pelaku.

“Setelah para korban ini jongkok, para pelaku mengambil uang ketiga korban. Salah seorang pelaku mengambil uang dari kantong celana korban Arol sebanyak Rp1 juta. Sedangkan yang lainnya mengambil uang dari kantong celana korban Manyak sebanyak Rp500 ribu dan Sandi Rp800 ribu.”

“Saat bersamaan, anggota kita yang tengah melakukan patroli melihat kejadian itu. Anggota kemudian menanyai para korban, namun mereka berusaha menutupi kejadian itu karena takut kepada para pelaku,” tuturnya.

Peristiwa itu terungkap setelah dua dari empat pelaku yakni Ajo dan satu lagi belum diketahui identitasnya melarikan diri. Polisi yang melihat itu langsung mengamankan tersangka Posma dan Wanca. Saat diinterogasi, mereka mengakui perbuatannya. Guna dilakukan pemeriksaan, tersangka Posma dan Wanca langsung dibawa ke Mapolrestabes Medan.

(g.09)

Berikan Komentar