Dukung Energi Terbarukan, PLN Bakal Gunakan Tenaga Biogas

oleh -200 views

garudaonline, Medan: Demi mendorong pemanfaatan energi terbarukan, PT PLN (Persero) di wilayah Sumatera Utara kembali membuka pintu kerjasama pasokan listrik yang dihasilkan dari pembangkit tenaga biogas.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatra Utara, Feby Joko Priharto, mengungkapkan hingga kini PLN belum memiliki pembangkit tenaga biogas di wilayah Sumut. Kendati demikian, PLN meyakini Sumut memang memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan, terutama dari tenaga air, panas bumi dan biogas.

Oleh sebab itu, karena belum memiliki sendiri pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg), PLN Sumut menjalin kerjasama dengan perusahaan yang sudah mengoperasikannya, yakni Asian Agri. Asian agri membangun pembangkit biogas untuk dipakai sendiri listriknya. Biogas yang dihasilkan adalah dari limbah mereka.

“Kelebihan daya dari pembangkit biogas Asian Agri itulah yang bila PLN perlu, bisa dipakai, dengan skema kerjasama ekses power,” ungkapnya, Jumat (18/1).

PLN Sumut telah menjalin kerjasama dengan perusahaan sawit terbesar Asia itu di dua lokasi, atau pembangkit. Dalam skema kerjasama ini PLN bisa memasok listrik sebesar 0,2 MW dan 0,4 M dengan status “undedicated supply”.

Artinya, PLN dapat meminta pasokan listrik tersebut bila dibutuhkan, tetapi bila tidak mendapatkannya, Asian Agri tidak terkena penalti. Skema ini juga yang akan diterapkan kepada perusahaan-perusahaan pemilik pembangkit biogas berikutnya yang ingin bekerjasama dengan PLN Sumut.

Skema ini sebenarnya merupakan skema kerjasama yang diberlakukan Kementerian ESDM untuk menghadapi dua kondisi. Yaitu untuk memperbaiki mutu layanan karena defisit daya atau untuk menurunkan biaya pokok produksi tenaga listrik.

PLN Sumut sendiri sebenarnya tidak memiliki persoalan dengan defisit daya karena saat ini masih memiliki surplus lebih dari 200 MW. Namun skema ekses power tetap dibutuhkan sebagai salah satu instrumen yang bisa digunakan untuk menekan biaya pokok produksi listrik.

“Bila melihat dari kapasitas daya yang bisa kami manfaatkan dari pembangkit biogas yang kurang dari 1 MW, tentu itu sangat kecil dibandingkan dengan beban puncak di Sumut yang mencapai 2.000 MW,” terangnya.

Selain menjadi salah satu instrumen menekan biaya produksi, diakomodirnya listrik biogas oleh PLN Sumut, kata dia, juga sebagai komitmen mendorong pemanfaatan energi terbarukan.

Terpisah, Head Plantation Asian Agri Sumut dan Riau, Omri Samosir, mengungkapkan dari 10 unit yang sudah dan sedang dalam proses pembangunan, sejumlah PLTBg sudah dapat menyuplai PLN. Di antaranya PLTBg Pabrik Gunung Melayu Satu (PGMS) milik anak usahanya, PT Saudara Sejati Luhur, di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan.

PLTBg PGMS yang dibangun pada 2015 itu sudah memasok PLN sekitar 30 persen dari kapasitas produksi listriknya yang sebesar 2,2 MW, sejak 2017. Sedangkan 70 persen lainnya digunakan untuk kepentingan atau kebutuhan perusahaan.

Tehnical Controller Mill Asian Agri Wilayah Asahan, Budi Darmawansyach, menyebutkan PLTBg ini menggunakan limbah cair dari pabrik kelapa sawit berkapasitas 60 ton per jam dan mampu menghasilkan energi listrik hingga 2,2 MW.

Pada tahap I, kerja sama dengan PLN masih sekitar 400 Kwh per jam, tetapi tahap II akan ditingkatkan lagi sebesar 800 Kwh sehinga akan menjadi total 1.200 Kwh. (dfnorris)

Berikan Komentar