13 Daerah di Pemprov Sumut Raih Raskin Award

oleh -200 views

garudaonline – Medan | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali memberikan penganugerahan penghargaan beras miskin (Raskin) Award kepada kabupaten/kota di Sumut yang mampu melaksanakannya dengan baik. Namun dari 33 kabupaten/kota di Sumut yang mendapatkan penghargaan ini untuk tahun 2015 hanya sebanyak 13 daerah. Artinya, 20 daerah penyalurannya masih belum mendapatkan nilai yang baik.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprovsu, Binsar Situmorang mengatakan untuk penganugerahan Raskin Award tahun 2015 diperoleh 13 daerah yakni untuk kategori kabupaten adalah Paluta, Karo, Pakpak Barat, Taput, Langkat, Samosir, Labura, Labusel dan Labuhan Batu. Sedangkan untuk kategori kota yakni Sibolga, Tebing Tinggi, Gunung Sitoli dan Padang Sidempuan.

“Penilaian untuk Raskin Award ini kita lakukan sesuai dengan penilaian yang dilakukan tim Pemprovsu dengan kriteria yang sudah ditetapkan di mana untuk kategori kota maka bobot yang harus dipenuhi nilainya sebanyak 80 sedangkan untuk kabupaten nilainya harus mencapai 70,” ujar Binsar dalam penganugerahan penghargaan raskin award 2015 atas kegiatan pelaksanaan program beras masyarakat berpendapatan rendah, di Aula Martabe, Selasa (13/12/2016).

Dalam kesempatan itu, Binsar juga mengharapkan agar aparatur di jajaran Pemprovsu dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sumut sehingga tunggakan raskin di daerah bisa diminimalisir. Sebab, kalau semakin banyak tunggakan maka akan menghambat pendistribusian raskin kepada masyarakat miskin.

“Apalagi saat ini menjelang akhir tahun tinggal dua minggu lagi, namun kita liat dari penyaluran masih ada tunggakan raskin, inilah yang kira harapkan dapat segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu penyaluran raskin untuk tahun depan,” jelasnya.

Dikatakan Binsar penyaluran raskin hingga November 2016 tercatat memang sudah cukup baik yakni sudah 94,04 persen atau sebanyak 126.316.485 Kg. Namun, masih terdapat akumulasi tunggakan raskin di Sumut yang tercatat hingga 31 Oktober 2016 sebesar Rp17.521.524.900.“Di sini kami juga mengapresiasi 4 daerah yang bersih dari tunggakan raskin yakni Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Gunung Sitoli,” kata Binsar.

Binsar menambahkan, hingga saat ini masih terdapat kendala dalam penyaluran raskin yang diantaranya yakni masih adanya Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang kurang tepat sasaran, pengadaan pagu anggaran yang belum dapat memenuhi keseluruhan RTS di Sumut, adanya penangguhan pembayaran raskin, hambatan geografis di mana penerima raskin jaraknya jauh dari titik distribusi yang telah ditetapkan dan terakhir adalah masih minimnya pemerintah daerah yang mengalokasikan anggaran untuk distribusi raskin.

Sementara itu, Kepala Divre Bulog Sumut, Imran Rasydy Abdullah mengatakan, pemberian raskin award ini merupakan bentuk untuk memotivasi Kabupaten/Kota dalam melayani raskin kepada masyarakat. “Penerima raskin award ini dilakukan sesuai dengan kriteria penilaian yang telah kita tetapkan,” ujarnya.

Adapun kriteria penilaiannya diantaranya yakni distribusi penyaluran, pembayaran raskin, manajemen penyaluran, hingga pagu anggaran APBD yang dialokasikan untuk membantu subsidi raskin kepada masyarakat berpenghasilan rendah. (BS)

Berikan Komentar