2017, Nokia Produksi Ponsel Android

oleh -113 views

garudaonline – Merek smartphone Nokia akan kembali diluncurkan setelah para mantan manajer perusahaan Finlandia itu mendapat lisensi dari Microsoft yang semula membeli divisi telepon seluler (ponsel) Nokia.

Ponsel Nokia terbaru mendatang akan dibuat lewat kerjasama dengan Google dan perusahaan pembuat ponsel Foxconn.

Para mantan manajer Nokia itu mendirikan perusahaan bernama HMD Global dengan tekad mengembalikan kejayaan Nokia dalam industri ponsel.

Nokia memang menghentikan bisnis smartphone pada 2014 dengan menjual divisi tersebut kepada Microsoft dan kemudian fokus pada bisnis peralatan jaringan mobile.

Dulunya, Nokia adalah pembuat ponsel yang sangat dominan di dunia namun telat beradaptasi dengan era smartphone dan malah memilih sistem operasi Microsoft Windows yang tidak populer, dengan merek produk “Lumia”.

Microsoft melanjutkan penjualan ponsel Lumia dengan namanya sendiri, namun pada 2016 ini juga praktis menghentikan bisnis tersebut.

Babak selanjutnya dari perjalanan ponsel Nokia sekarang adalah kehadiran HMD Global, yang dipimpin oleh Arto Nummela, mantan pegawai veteran Nokia. Tekad mereka adalah meluncurkan smartphone Nokia awal tahun depan dengan sistem operasi Android milik Google yang lebih akrab di kalangan pengguna ponsel dunia.

“Para konsumen mungkin memiliki ponsel-ponsel yang berbeda sekarang, namun apakah mereka betul-betul mencintai dan setia pada merek-merek itu?” ujar Nummela, chief executive officer (CEO) HMD Global, seperti dikutip Reuters.

“Kami ingin kembali menjadi salah satu pemain paling kompetitif dalam bisnis smartphone,” lanjut Nummela, yang dulu bertanggung jawab dalam pengembangan produk dan penjualan Nokia.

Sementara itu pemegang jabatan presiden HMD adalah Florian Seiche, yang sebelumnya bekerja di Siemens, Orange, HTC dan Nokia. Bertindak sebagai kepala marketing adalah Pekka Rantala, mantan karyawan veteran Nokia dan mantan CEO Rovio, pembuat game Angry Birds.

Saat ini, HMD Global sudah mendirikan kantor-kantor cabang di 40 lokasi di seluruh dunia.

Uniknya, perusahaan ini justru tidak mendapatkan pendanaan dari Nokia Corp.

HMD dimiliki oleh Smart Connect LP, perusahaan ekuitas yang didirkan oleh Jean-Francois Baril, dulunya memimpin sistem manajemen rantai pasokan Nokia di seluruh dunia. Para manjer HMD lainnya merogoh dana dari kocek mereka sendiri, tulis Reuters.

Pada Kamis (1/12), HMD resmi mengambil alih bisnis ponsel yang telah dijual Nokia Corp ke Microsoft. Lisensi yang didapat adalah penggunaan merek Nokia pada ponsel dan tablet untuk jangka waktu satu dekade ke depan.

HMD akan membayar royalti merek dan paten Nokia namun Nokia sama sekali tidak memberikan investasi langsung pada HMD.

Ponsel Nokia buatan HMD nantinya akan memakai sistem operasi Google dan diproduksi oleh Foxconn, kontraktor terbesar di dunia.(Bs)

Berikan Komentar