Bersiaplah, Merokok di Medan akan Didenda

oleh -187 views

garudaonline – Medan | Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution meminta masyarakat untuk memulai tidak merokok dari rumah sendiri. Pasalnya, dengan memulai hal tersebut dapat membuat sebuah perubahan yang lebih baik.

“Kesadaran untuk tidak merokok sebaiknya dibangun mulai dari dalam rumah karena keluarga khususnya anak-anak yang ikut tinggal didalam rumah sangat rentan menjadi perokok pasif. Bila ini disadari maka keinginan untuk merokok diluar rumah ataupun ditempat umum dapat terhindari,” ujarnya saat menjadi narasumber talk show di Stasiun¬† I-News TV,¬† Dengan tema Medan bebas asap rokok, Jumat (9/12/2016).

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Medan mengungkapkan, saat ini Pemko Medan telah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Dimana dalam pasal tujuh disebutkan tempat-tempat yang dilarang untuk melakukan kegiatan merokok diantaranya fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain.

“Tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. Perda ini sendiri memiliki tahapan mulai dari sosialisasi hingga penindakan. Selain itu, pemerintah kota terus melakukan sosialisasi larangan merokok ditempat-tempat yang dilarang untuk merokok, bahkan Pemko Medan pernah melakukan razia di pusat perbelanjaan, 17 orang perokok terjaring dalam razia tersebut dan langsung mengikuti sidang yang dipimpin hakim dan dijatuhi denda Rp50.000 bagi setia pelanggarnya,” ungkap Wakil Walikota Medan.

Selain itu, lanjut Wakil Wali Kota Medan, Penerapan kawasan tanpa rokok ini tidak hanya dilakukan di tempat-tempat umum saja, tetapi juga diberlakukan di instansi Pemerintah.

Semenjak perda ini diberlakukan, banyak aparatur Pemko Medan yang tidak lagi berani merokok, bila mereka ingin merokok mereka mencari tempat yang jauh dari keramaian,kata Wakil Walikota Medan.

Mengingat bahaya dampak asap rokok bagi kesehatan masyarakat, untuk itu Pemko Medan akan terus menggelar sosialisasi bahkan hingga penindakan bagi para pelanggar Perda KTR tersebut.

Dalam perda tersebut memang terdapat sanksi namun kita lebih mengedepankan sosialisasi terhadap masyarakat, untuk itu saya berharap kepada masyarakat agar mau menyadari bahayanya merokok bagi kesehatan diri sendiri maupun orang di sekitar, kesadaran ini harus ditumbuhkan mulai dari dalam keluarga,ujar Wakil Wali Kota Medan.

Sementara itu Oka mewakili Yayasan pusaka Indonesia mengaku mengapresiasi tindakan Pemko Medan dalam memberlakukan Perda kawasan tanpa rokok. Perda ini harus konsisten dijalankan oleh Pemko Medan bahkan harus diperluas kawasan yang menjadi larangan merokok.

Cakupan Perda ini harus lebih diperluas, salah satunya dengan membuat larangan untuk tidak merokok didalam rumah, karena banyak orang tua yang merokok didalam rumah dan membiarkan anaknya menjadi perokok pasif sehingga anak tersebut mengalami sesak nafas,kata Oka.

Hal senada juga disampaikan DR.Dr. Fazrinusari selaku praktisi penyakit paru , dimana dia menjelaskan perokok terbagi dua bagi yakni perokok aktif dan perokok pasif.

Perokok pasif ini sering dialami oleh anak-anak yang orang tuanya merokok didalam rumah, sehingga anak tersebut sangat rentan terpapar asap rokok yang menyebabkan anak tersebut mengalami asma, sesak nafas dan bahkan penyakit jantung.(BS)

Berikan Komentar