BI: Utang LN per Agustus US$ 323 Miliar

oleh -200 views

garudaonline – Jakarta | Bank Indonesia melaporkan utang luar negeri tumbuh melambat, atau sebesar 6,3 persen secara tahunan, menjadi US$ 323 miliar pada Agustus 2016, dibandingkan pertumbuhan tahunan Juli yang sebesar 6,6 persen.

Utang luar negeri (ULN) berjangka pendek, dan utang peminjam swasta terus menurun, sedangkan utang publik atau pemerintah, dan utang jangka panjang meningkat, kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia di Jakarta, Senin.

Jika melihat debiturnya, utang publik atau pemerintah naik 19,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy), tumbuh lebih tinggi dibanding Juli yang naik 18,7 persen (yoy). Pertumbuhan utang pemerintah itu menjadi 159,7 miliar dolar AS dan porsinya sebesar 49,4 persen dari total ULN hingga Agustus 2016.

Sementara utang dari debitur swasta terus menurun. Pada bulan ke-delapan ini, ULN swasta menurun 3,9 persen (yoy), lebih dalam dari Juli 2016 yang turun 3 persen. Akibat penurunan itu, ULN Indonesia untuk debitur swasta terkontraksi menjadi US$ 163,3 miliar dengan porsi 50,6 persen dari total ULN.

“ULN swasta pada akhir Agustus 2016 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,5 persen,” ujar Tirta.

ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan juga dicatat BI masih mencatat pertumbuhan negatif.

Sementara dari jangka waktu peminjaman, utang jangka panjang yang berporsi 87,5 persen dari total ULN, meningkat 8,1 persen dibandingkan tahun lalu (year on year/yoy) menjadi US$ 282,5 miliar. Sementara, ULN janga pendek yang berporsi 12,5 persen, turun lebih dalam sebesar 4,8 persen (yoy), setelah pada Juli 2016 juga terkontraksi 3,7 persen.

Tirta mengatakan bank sentral memandang perkembangan ULN pada Agustus 2016 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makro ekonomi,” kata dia.

Berikan Komentar