BPS: Upah Harian Buruh Sektor Informal Naik

oleh -203 views
NUNUKAN, 25/1 - CALON TKI TIBA DI NUNUKAN. Calon tenaga kerja Indonesia (TKI) tujuan Sabah Malaysia tiba di Pelabuhan Domestik Tunon Taka Kabupaten Nunukan Kaltim menggunakan KM Cattleya, Jumat (25/1). Calon TKI yang jumlahnya ratusan orang tersebut akan bekerja pada perkebunan kelapa sawit di Sabah Malaysia. FOTO ANTARA/M Rusman/ss/pd/13

garudaonline – Jakarta | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, upah nominal harian buruh sektor informal rata-rata naik pada September 2016 dibandingkan Agustus tahun yang sama. Namun, secara umum, upah riilnya juga turun.

Upah nominal harian buruh tani nasional pada September 2016 naik sebesar 0,24% dibandingkan pada Agustus 2016, yaitu dari Rp 48.120 menjadi Rp 48.235 per hari.

“Ada peningkatan upaya nominal harian burun tani nasional sebesar 0,24%,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam pembacaan Berita Resmi Statistik, di Kantor BPS, dalam siaran pers BPS, di Jakarta, Senin (17/10).

Walaupun begitu, ia juga menyampaikan, upah riil buruh sebenarnya mengalami penurunan sebesar 0,08%. Sementara itu, upah nominal harian buruh bangunan atau tukang bukan mandor mengalami kenaikan 0,16% dibandingkan Agustus 2016.

Secara nominal, angkanya meningkat dari Rp 82.348 menjadi Rp 82.480 per hari. Sedangkan upah riil juga mengalami penurunan 0,06%, yaitu dari Rp 65.810 menjadi Rp 65.768 per hari.

Suhariyanto mengatakan, upah nominal buruh potong rambut wanita per kepala secara rata-rata juga mengalami kenaikan 0,25%, dari Rp 24.781 menjadi Rp24.843,00. Upah riilnya juga naik 0,03% dari Rp 19.804 menjadi Rp 19.809 per hari.

Ia menambahkan, upah nominal pembantu rumah tangga per bulan meningkat 0,14% dari sebelumnya Rp 362.402 menjadi Rp 362.910. Sedangkan upah riilnya mengalami penurunan 0,08% dari Rp 289.621 menjadi Rp 289.379 per bulan.

Upah nominal adalah jumlah uang yang diterima para pekerja dari para pengusaha sebagai pembayaran atas tenaga yang digunakan dalam proses produksi. Sedangkan upah riil adalah tingkat upah pekerja yang yang diukur dari sudut kemampuan upah tersebut membeli barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan.(bs)

Berikan Komentar