Disperindag Binjai Minta Uji Pangan di Pasar

oleh -570 views

garudaonline – Binjai | Sehubungan dengan pelaksanaan pengawasan terhadap prodak biscuit, dan makanan ringan serta bahan baku olahan yang beredar di pasar, Disperindag Kota Binjai meminta kepada Balai Pengujian dan Sertifikasi Barang di Medan untuk dapat melakukan uji zat pewarna dan uji zat pengawet, sesuai dengan persyaratan mutu atau standart teknis terhadap produk dengan daftar yang dikirim.

Sebelumnya, Hasil uji produk ini menjadi salah satu bahan dalam rangka rekomendasi tindak lanjut hasil pengawasan.

Setelah melakukan pengujian, Dinas koperasi, UKM dan perdagangan perindustrian (Disperindag) Kota Binjai, mengeluarkan laporan hasil analisa, dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang pernah dilakukan sebelumnya di beberapa pelaku usaha di Kota Binjai.

Laporan hasil analisa tersebut, sebelumnya telah di uji oleh UPt Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang di Medan, melalui beberapa sampel barang yang sudah diambil dari beberapa tempat pelaku usaha.

Dari 8 komoditi yang diperiksa, dengan karakteristik pemeriksaan yang terdiri dari formalin dan boraks, semuanya negatif. Sedangkan untuk rasa, zat warna dan bau, normal dan alami.

Kepala Seksi dan Pengawasan Disperindag Kota Binjai M Ikhsan Siregar SH, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (09/11/2016), mengatakan, untuk menghigienieskan makanan tersebut, bukan wewenang dari instansinya.

“Disperindag tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan atau menghigienieskan makanan tersebut, disebabkan bukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami. Bahkan, Tahun depan kewenangan ini akan di cabut dan akan diambil alih oleh Pemprov Sumut sesuai UU 23 Tahun 2014,” tambahnya.

Lanjut M Ikhsan Siregar, Kewenangan provinsi Sumut, pada tahun depan juga akan diserahkan ke kabupaten dan kota, sehingga nantinya Tupoksi yang akan di berikan kepada Disperindag kota Binjai, akan berubah juga.

“Dalam hal ini kita selalu menjaga konsumen, karena Kandungan zat berbahaya dalam bahan pangan, sangat berbahaya untuk di konsumsi. Kita pasti berikan Sanksi tegas bila menyalahi aturan, salah satunya pelarangan operasi,” tambahnya.(BS)

Berikan Komentar