Ekonomi Indonesia Segera Susul India

oleh -138 views

garudaonline – Jakarta | Deutsche Bank memperkirakan, perekonomian Indonesia akan mulai membaik pada 2017, salah satunya didukung oleh kenaikan harga komoditas. Bahkan, Indonesia bakal mengungguli ekonomi negara berkembang lain, seperti India dan Filipina, yang saat ini merupakan negara-negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbaik di kawasan Asia.

“Momentum pertumbuhan sedang membaik, dibandingkan 12 bulan yang lalu, karena harga komoditas mulai mengalami kenaikan,” kata Chief Economist Asia Deutsche Bank Taimur Baig di Jakarta, baru-baru ini.

Pertumbuhan ekonomi India selama kuartal II-2016 tercatat 7,1% (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 7,9%. Sedangkan ekonomi Filipina pada kuartal II-2016 tercatat tumbuh 7% dibandingkan periode sama tahun lalu. Keduanya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode sama yang tercatat hanya 5,18%.

Ia juga mengatakan, Indonesia telah berhasil mengatasi tantangan fiskal dan laju inflasi, sehingga kinerja sektor manufaktur mulai membaik dan problem infrastruktur mulai teratasi. “Impor tahunan nonminyak mulai berubah positif untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir pada Agustus 2016 dan produksi terlihat mulai meningkat,” kata Baig.

Selain itu, terdapat pencapaian dalam agenda reformasi makrostruktural serta upaya efisiensi dalam proses administrasi pajak setelah program amnesti pajak berjalan sesuai harapan. “Repatriasi dana dalam program amnesti pajak juga bisa melebihi ekspektasi untuk mengisi kesenjangan anggaran dan menutup defisit,” ujar dia.

Baig juga menambahkan, kondisi ekonomi yang relatif stabil dan tingkat inflasi yang rendah bisa memberikan ruang untuk pelonggaran moneter bagi bank sentral dengan penurunan suku bunga acuan.

“Inflasi akan tetap di bawah 3-5%. Kami menafsirkan kebijakan BI untuk menciptakan ruang gerak moneter, akan disertai satu kali lagi penyesuaian suku bunga dalam siklus ini,” kata dia seperti dikutip Antara.

Secara keseluruhan, dalam menghadapi tantangan global yang bisa mengancam ekonomi domestik, Baig menyarankan Indonesia untuk secara konsisten melakukan reformasi struktural.

Reformasi tersebut antara lain menjaga stabilitas fiskal dan makro, memperbaiki sistem administrasi perpajakan, mengurangi risiko kemudahan berusaha serta membenahi sarana infrastruktur fisik, kesehatan maupun pendidikan.

“Pembenahan infrastruktur penting untuk mengundang investasi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perbaikan sarana kesehatan dan pendidikan penting untuk mengembangkan sumber daya manusia,” kata Baiq.

Pada kesempatan terpisah, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kondisi ekonomi domestik cukup kuat dan mampu menahan potensi arus dana keluar, meskipun ada tekanan dari dinamika politik domestik dan juga ketidakpastian ekonomi global.

“Malah terlihat (dana asing) masih akan masuk, itu tanda kondisi ekonomi kita cukup menguat dan itu cukup prospektif dan membuat asing percaya diri yang mendorong dana terus masuk,” kata Perry.

Ia mengatakan, investor dan pelaku pasar sudah memercayai ekonomi domestik terus berproses untuk pulih sejak pertengahan 2015. “Asing percaya diri masuk. Itu menjadikan kurs sampai hari ini dan insya Allah akan terus berlanjut stabil bahkan ada kecenderungan menguat,” ujar dia

Berikan Komentar