Harga Ikan di Langkat Masih Mahal

oleh -228 views

garudaonline – Langkat | Cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak tinggi yang masih melanda perairan Indonesia membuat pasokan ikan di sejumlah pasar tradisional minim.

Di Kabupaen Langkat, Sumut minimnya pasokan membuat harga ikan masih mahal. Cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak tinggi di perairan barat Sumatera membuat kalangan nelayan masih takut  melaut. Akibatnya pasokan ikan di sejumlah pasar tradisional minim. Selain itu, harga ikan dan komoditas laut juga mengalami kenaikan.

Di Pasar Kota Stabat, Langkat, Senin (19/12), kenaikan komoditas laut seperti ikan dan udang sudah terjadi sejak sepekan lalu. Harga ikan gembung yang sebelumnya dijual seharga Rp 28.000 kini dijual seharga Rp 35.000 per kg.

Ikan dencis dari harga Rp 25.000 menjadi Rp 30.000 per kg, ikan merah dari dijual seharga Rp 32.000 dari harga semula Rp 27.000 per kg.

Ikan senangin dari harga Rp 23.000 menjadi Rp 28.000 per kg, ikan selar dari harga Rp 18.000 menjadi Rp 22.000 per kg.

Begitu juga dengan komoditas laut lainnya seperti udang yang naik menjadi Rp 65.000 per kg dari harga semula Rp 55.000 per kg , dan kepiting dijual  Rp 40.000 dari harga awal Rp 35.000 per kg.

Kenaikan harga komoditas laut ini diperkirakan akan terus terjadi hingga situasi di laut kembali normal dan nelayan bisa kembali melaut.

“Ini harganya tidak terlalu tinggi seperti beberapa minggu lalu, tapi harga saat ini masih belum bisa dibilang normal, bisa dibilang masih mahal lah. Bahkan mungkin ini bakal naik lagi harganya karena mau Tahun Baru ini,” ujar Hendra, salah seorang pedagang ikan.(BS)

Berikan Komentar