Inilah Enam Tema Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah

oleh -258 views

garudaonline – Jakarta | ‎Pemerintah telah mengeluarkan dan mengimplementasikan 13 paket kebijakan ekonomi dalam kurun waktu kurang dari setahun. Paket ini melingkupi
enam tematik, yaitu investasi, industri, logistik, pariwisata, ekspor, dan daya beli masyarakat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah untuk mewujudkan kebijakan ekonomi tersebut. Di antaranya, Pemerintah
menyederhanakan berbagai peraturan, prosedur perdagangan, dan investasi, serta memberikan fasilitasi pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah.

Pemerintah juga menjamin ketersediaan energi, memberikan insentif di sektor investasi dan industri, merevisi daftar negatif investasi (DNI), serta mempermudah prosedur
pembangunan perumahan bagi keluarga berpenghasilan rendah. “Di sektor investasi, hingga semester I 2016, terjadi peningkatan sebesar 14,8 persen dibandingkan periode
yang sama di tahun sebelumnya. Perubahan DNI telah membuka 141 bidang usaha,” kata Enggar, Selasa (4/10).

Selain itu, pelayanan investasi tiga jam yang berlaku sejak 11 Januari 2016 hingga saat ini telah memfasilitasi penanaman investasi sebesar 16 miliar dolar AS. Masih
di sektor investasi, Pemerintah menyusun kebijakan fiskal yang dapat mendorong penanaman investasi di industri dalam negeri.

Secara bersamaan, Pemerintah juga melakukan pembenahan guna menciptakan biaya logistik dan transportasi yang rendah. Kemajuan di sektor industri ditandai dengan proses
deregulasi yang mencapai 99 persen. Tidak hanya itu, dua dari delapan kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang disusun sudah beroperasi. Sebanyak 14 provinsi juga telah
menerapkan upah minimum dan tambahan insentif pajak.

Di sektor logistik, telah terbentuk 12 Pusat Logistik Berikat (PLB). Salah satu PLB di Cikarang bahkan telah memproses impor dan menjadi tempat penyimpanan kapas untuk
industri tekstil.

Keberhasilan Pemerintah lainnya di sektor logistik yaitu telah mengekspor 150 unit kereta senilai 72,3 juta dolar AS dengan dukungan Bank Ekspor Impor. Ekspor juga
dilakukan terhadap 167 ton tepung kelapa yang diproduksi oleh UKM dari Sulawesi Utara.

Sementara itu, di sektor pariwisata, terjadi peningkatan wisatawan asing sebesar 6 persen. Sebanyak 18 bidang usaha pariwisata juga telah dibuka untuk investor. Adapun
tiga dari delapan KEK dialokasikan untuk pariwisata.

Sedangkan di sektor peningkatan daya beli, perubahan ditunjukkan melalui penerapan formulasi upah minimum yang lebih adil. Ada pula pemangkasan bunga kredit UKM hingga
menjadi sembilan persen, serta pengoperasian kapal transportasi untuk hewan ternak yang dapat mengurangi biaya transportasi antarkawasan. “Kami berkomitmen untuk terus
mempermudah dan menyederhanakan peraturan agar tercipta iklim investasi yang kondusif,” ujar Enggar.(rep)

Berikan Komentar