PAPBD Sumut Bertambah Rp81 Miliar

oleh -161 views

garudaonline – Medan | Pemerintah provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menargetkan tambahan pendapatan daerah sebesar Rp 81.539.052.679 atau 0,82% pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P APBD) tahun 2016 dari anggaran semula di APBD 2016 sebesar Rp 9.973.988.772.169 atau menjadi sebesar Rp 10.055.527.824.848. Tambahan tersebut akibat adanya beberapa perubahan dari kelompok pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan dan perimbangan dan pendapatan daerah yang sah.

Gubernur Sumut, T Erri Nuradi mengatakan, pertambahan pendapatan daerah Rp 81,539 miliar diperoleh dari PAD yang semua dianggarkan sebesar Rp 4,630 triliun direncanakan naik menjadi Rp 4,691 trilun atau 1,32%. persembahan tersebut diprediksi bersumber dari jenis pendapatan hasil retribusi daerah sebesar Rp 2,522 miliar, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan Rp 76,617 miliar dan dari jenis lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 18,583 miliar.

Meski dari pendapatan pajak daerah mengalami pengurangan Rp 36,697 miliar.”Pertambahan pendapatan daerah ini berasal dari PAD, dana perimbangan, pendapatan daerah lain yang sah seperti pendapatan hibah dan dana penyesuaian/otonomi khusus sebesar Rp 261,572 miliar,” ujarnya pada rapat Paripurna penyampaian nota keuangan Rancangan Perubahan APBD tahun 2016 di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (7/11).

Dirincikannya, pendapatan dana perimbangan smeula dianggarkan Rp 2,272 triliun bertambah sebesar Rp 2,829 triliun pada jenis pendapatan bagi hasil pajak/bukan pajak Rp 11,397 miliar dan jenis pendapatan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 3,036 triliun yang sebagian besar merupakan pengalihan dari kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah dan jenis pendapatan dana penelyesuaian/otonomi kbusus.

Sedangkan pendapatan Dana Alokasi Umum (DAU) diperhitungkan berkurang sebesar Rp 217,888 miliar akibat penundaan penyaluran DAU selama 3 bulan sesuai kebijakan pemerintah pusat.Sementara untuk belanja daerah, lanjut Erri, dalam APBD tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 9,950 triliun dan direncanakan bertambah di P APBD 2016 menjadi Rp 10,180 triliun karena ada Perubahan pada belanja tidak langsung semua Rp 7,058 triliun direncanakan bertambah menjadi Rp 7,335 triliun.

“Pertambahan terdapat pada bekanja hibah Rp 52,615 miliar. Belanja bagi hasil pajak kepada kabupaten/kota sebesar Rp 296,708 miliar serta bantuan keuangan yang ditujukan kepada partai politik sebesar Rp 503 juta,” ucapnya.

Jadi, lanjutnya dari pendapatan daerah Rp 10,055 triliun dengan jumlah rencana jumlah belanja daerah Rp 10,180 triliun, maka dalam Perubahan APBD tahun 2016 akan terdapat defisit anggaran sebesar Rp 124,925 miliar dan dibandingkan dengan APBD murni tahun 2016 mengalami surplus Rp 23,144 miliar. (har)

Berikan Komentar