Paten! Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Ditarget Selesai Mei 2017

oleh -418 views

garudaonline РMedan | Proyek Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi di Sumatera Utara sepanjang 61,8 km, ditarget selesai pada Mei 2017. Hal ini dikatakan Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, SDA dan keuangan Dinsyah Sitompul usai menggelar rapat bersama Jasa Marga, BPN Sumut, BPN Deli Serdang, BPN Serdang Bedagai dan Satker pembangunan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi di Kantor Gubernur, Jalan  Diponegoro Medan, Jumat (09/12/2016).

“Pertemuan tadi adalah evaluasi dalam rangka mempercepat pembangunan Tol Medan-Kualanamu dan Kualanamu-Tebing Tinggi. Mudah-mudahan, kalau tidak ada halangan Mei 2017 pembangunan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi selesai,” ujar Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, SDA dan keuangan Dinsyah Sitompul.

Lebih lanjut dikatakan Dinsyah, berdasarkan kondisi saat ini pembangunan Tol Medan-Kualanamu dari 17,8 Km yang terlaksana baru 14,55 Km. Sedangkan 3,2 km masih proses dan Minggu depan diumumkan perijinannya dan selanjutnya baru dibayar. “Selain Tol Medan-Kualanamu, pembangunan Tol Kualanamu-Tebingtinggi sepanjang 44 Km juga masih terkendala persoalan pembebasan lahan. Begitupun, sama dengan Tol Medan-Kualanamu, persoalan pembebasan lahan untuk Tol Kualanamu-Tebingtinggi juga ditargetkan Desember 2016 ini selesai,” bebernya.

Dijelaskannya, untuk pembebasan lahan pembangunanan Tol Medan-Kualanamu terdapat 149 persil dan untuk Tol Kualanamu-Tebingtinggi sebanyak 335 persil. Lambannya pembebasan lahan tersebut menurut Dinsyah karena adanya proses yang harus dilewati sebelum pembayaran pembebasan lahan.

“Ada proses yang harus dilalui. Pertama inventarisasi lahan, berapa luas tanah yang terkena, berapa luas bangunan yang terkena dan berapa tanaman-tanaman yang terkena. Setelah itu baru diinventariasi oleh BPN, Dinas Pertanian, oleh Dinas Tata ruang pemukiman. Baru dibuat daftar nominatif sesuai dengan peta lokasi dan diumumkan. Setelahnya baru masuk appraisal, perhitungan harga. Setelah selesai baru diumumkan pembayarannya. Inilah yang mau dilaksanakan minggu depan,” jelas Dinsyah.

Selain tol Medan-Kualanamu-Tebintinggi turut dibahas pembangunan Tol Medan-Binjai. Saat ini untuk pembangunan tol ini masih terkendala pembebasan lahan di kawasan Helvetia ke Tanjung Mulia sepanjang 2,5 km. Menurut Dinsyah kendala yang dihadapi bahwa kondisi di lokasi tersebut terdapat bangunan yang dimukimi oleh 500 Kepala Keluarga (KK) namun pemilik lahan orang yang berbeda.

“Terlambat Inventarisasi karena tanah punya orang, tapi di atasnya dibangun rumah yang bermukim di oleh 500 KK. Ada tujuh persil sertifikat Hak Milik Masyarakat lain. Saat ini sudah diinventarisasi untuk ruas dua Helvetia-Jalan Megawati. Desember ini selesai,” pungkasnya. (BS)

Berikan Komentar