Pemprovsu Dorong Harga Gas di Bawah Dua Digit Per MMbtu

oleh -507 views

garudaonline – Medan | Tingginya harga gas industri merupakan salah satu penyebab hengkangnya sejumlah perusahaan dari Sumatera Utara (Sumut).Melihat kondisi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berupaya mendorong agar harga gas bumi bisa di bawah 10 dolar per million metric British thermal unit (MMbtu) atau di bawah dua digit.

Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Provsu Binsar Situmorang saat dikonfirmasi membenarkan kalau salah satu penyebab hengkangnya perusahaan di Sumut karena tingginya harga gas. Menurut mantan Pj Bupati Simalungun ini, Pemprovsu sudah menyurati Kementerian Perdagangan untuk mendesak Kementerian ESDM agar harga gas di Sumut bisa dibawah dua digit.
“Jadi kami sudah sepakat dengan Komisi VII DPR-RI kebetulan Ketuanya Pak Gus Irawan mendorong agar Gas di Sumut bisa di bawah dua digit. Kita sudah buat surat ke kementerian Perindustrian. Tujuannya dengan rekomendasi yang dikeluarkan pak Gubernur supaya mereka bisa menghitung skala usaha sampai harga jual berapa supaya dibawah dua digit atau dibawah sepuluhlah. Mungkin saat ini sedang diproses. Mudah-mudahan harga gas dibawah dua digit akan segera terealisasi,” ujar Binsar kepada wartawan, Kamis (17/11/2016).

Dikatakan Binsar, mencuatnya isu gas bumi di Sumut itu muncul akibat adanya penurunan produksi gas bumi di Sumur Benggala I Kabupaten Langkat, Sumut secara alami. Pada tahun 2012 produksi rata-rata gas bumi Sumut mencapai 12 juta standar kaki per hari (standard cubic feet per day). Penurunannya sangat dragtis hingga kini hanya berproduksi sebanyak 4 juta standar kaki per hari (standard cubic feet per day). Sementara, lanjut Binsar kebutuhan gas bumi untuk sektor industri rumah tangga, komersil pada tahun 2016-2020 diproyeksikan mencapai 25 juta juta standar kaki perhari.

“Saat ini produksi hanya 4 juta sehingga kekurangan gas bumi untuk Sumut ini diperoleh dari LNG dan didatangkan dari Papua maupun Sulteng. Tentu harganya juga menjadi tinggi dibandingkan di pulau jawa. Dengan kondisi ini tentu banyak investor-investor yang eksodus dari kawasan industri. Mereka eksodus ke Vietnam atau ke pulau Jawa seperti ke Banten. Karena harga gas di sana memang lebih murah,” papar Binsar.

Melihat kondisi tersebut, lanjur Binsar, harus ada upaya serius supaya harga gas di Sumut di bawah dua digit agar perputaran roda ekonomi di bidang industri di Sumut ini bisa lebih bersaing secara normal dan bisa mendukung tidak eksodusnya perusahan-perusaahan yang sudah di sini.”Kalau perusahaan-perusahaan itu sudah eksodus maka akan terjadi PHK maka munculah konflik sosial. Timbul pengangguran. Akhirnya pertumbuhan ekonomi kita jadi menurun,” pungkas mantan Kadis Tarukim Sumut itu.(BS)

Berikan Komentar