Penduduk Miskin di Sumut Diklaim Berkurang 52.150 Orang

oleh -92 views

garudaonline – Medan | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi mengatakan Provisi Sumatera Utara (Sumut) yang luasnya 72981 Km2 ini memiliki penduduk hampir 14 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk miskin masih ada 10,35 persen atau sekitar 1.455.000 jiwa. Hal ini dikatakannya saat menerima kunjungan Roadshow Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi di Aula Martabe Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (16/12/2016).

“Angka ini berkurang 52.150 orang dari tahun lalu (2015). Penduduk miskin di desa, jumlahnya berkurang dari 10,51 persen menjadi 9,7 persen. Jumlah penduduk miskin diperkotaan jumlahnya 11,06 persen, berkurang menjadi 10,7 persen. Penurunan jumlah presentasi penduduk miskin ini berkaitan dengan faktor-faktor antara lain dengan nilai tukar petani yang mengalami peningkatan dari 98,19 pada tahun 2015, menjadi 99,17 pada tahun 2016. Begitu juga dengan tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan, dari 6,71 menjadi 6,49 persen,” papar Gubsu.

“Dari data-data yang kita sebutkan tadi kita melihat penduduk miskin di Sumut masih cukup banyak terutama di Pedesaan. Dengan berlakunya UU No 6 Tahun 2014 tentang desa, tentu mendorong terjadinya perubahan yang mendasar dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di desa,” sambungnya.

Gubsu menilai, desa yang diarahkan menjadi kuat, maju dan mandiri dan demokratis akan dapat menciptaan landasan yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.  Salah satu upaya strategis yang dilakukan pemerintah, sambung Gubsu, diantaranya melalui dana desa.

“Pada tahun 2015 Sumut mendapat kucuran Rp 1,46 triliun dan 2016 meningkat menjadi 3,29 triliun. Bahkan pada 2017 mendatang sesuai DIPA jumlah kembali meningkat menjadi Rp 4,19 triliun,” kata Gubsu.

Gubsu memaparkan, setiap desa mendapatkan minimal Rp750 juta. Belum lagi ditambah alokasi dana desa dan bagi hasil pajak daerah dan restribusi daerah yang diperirakan setiap desa akan mengelola dana lebih kurang Rp1 miliar rupiah yang ditampung pada APBDes masing-masing desa.

“Sampai awal Desember 2016 pencairan dana desa mencapai 92,67 persen, dimana pada pencairan awal digunakan oleh desa yaitu 5418 desa, tahap dua 1064 desa. Hal ini disebabkan masih ada 5 kabupaten yang belum menerima dana desa tahap dua. Masih dalam proses di kementerian keuangan. Dari sisi pemanfaatannya, dana desa itu didominasi bidang pembangunan khususnya fisik 92,97 persen, pemberdayaan masyarakat 3,64 persen, penyelenggaraan pemerintahan desa 2,47 persen, dan pembinaan kemasyaraatan 0,93 persen,” pungkasnya. (BS)

Berikan Komentar