Penjualan Motor Anjlok 10%

oleh -228 views

garudaonline – Jakarta | Penjualan sepeda motor domestik turun 10% menjadi 4.351.397 unit hingga kuartal III-2016, dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 4.821.191 unit. Adapun penjualan motor pada September 2016 anjlok 8% menjadi 555.820 unit dari bulan sama tahun lalu sebanyak 603.102 unit.

Penurunan itu dipicu pelemahan ekonomi nasional, yang mengikis daya beli masyarakat. Selain itu, harga kebutuhan pokok masih tinggi, sehingga sebagian masyarakat memilih menunda pembelian motor. Dalam keadaan seperti ini, mereka cenderung membeli barang pokok ketimbang barang sekunder seperti sepeda motor.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, realisasi penjualan motor hingga September lalu belum sesuai dengan harapan industri. Normalnya, penjualan sepeda motor mencapai 600 ribu unit per bulan. Namun, hingga September, penjualan motor gagal menembus level psikologis itu.

“Jadi, biarpun naik secara month on month, penjualan motor belum normal. Sebab, dibandingkan September tahun lalu saja jumlahnya masih jauh di bawah,” kata Gunadi kepada Investor Daily, Minggu (9/10).

Gunadi berharap membaiknya harga komoditas bisa mendongkrak daya beli masyarakat, terutama di luar pulau Jawa. Dia juga berharap ekonomi dan nilai tukar rupiah stabil hingga akhir tahun, serta tidak ada kebijakan baru yang bisa memberatkan daya beli.

“Kami belum bisa mengatakan secara pasti target penjualan sampai akhir tahun. Tapi paling tidak, kita berharap melampaui 6 juta unit, dibandingkan 2015 sebanyak 6,48 juta unit. Salah satu katalis yang dapat memacu penjualan adalah pameran IMOS (Indonesia Motorcycle Show) 2016. Kalau acara in sukses, kami harap penjualan motor bisa menyentuh 6,3 juta unit sampai akhir tahun,” papar Gunadi.

Gunadi berharap ajang IMOS, yang rencananya digelar awal November 2016 bisa bisa membawa angin segar di pasar sepeda motor. Pada ajang ini, kalangan agen pemegang merek (APM) motor bakal melansir beberapa motor baru yang diharapkan dapat merangsang minat beli konsumen. Meski tidak terlalu signifikan, Imos diharapkan bisa membukukan penjualan hingga 115 ribu unit.

Saat ini, menurut dia, sulit melancarkan strategi-strategi yang bisa mendongkrak penjualan, karena daya beli masyarakat belum meningkat. Sejauh ini, yang bisa dilakukan industri sepeda motor adalah memberikan diskon untuk menstimulus pasar.
“Kami berharap ada perbaikan di sektor riil, sehingga bisa memperbaiki daya beli masyarakat,” kata Gunadi.

Sementara itu, Honda masih bercokol di puncak pasar sepeda motor Indonesia. Merek motor besutan PT Astra Honda Motor (AHM) ini menorehkan penjualan sebanyak 3,1 juta unit per September 2016, dengan pangsa pasar 72%. Adapun penjualan pada September lalu mencapai 423.256 unit.(Ber)

Berikan Komentar