Presiden Jokowi: Uang Kita Yang Disimpan di Luar Negeri Rp 11.000 Triliun

oleh -444 views

garudaonline – Jakarta | Di saat semua negara berebut uang masuk capital inflow dalam menghadapi tekanan ekonomi global, ternyata uang kita yang berada di bawah bantal, yang berada di bawah kasur, yang disimpan di luar negeri masih banyak sekali. Data yang ada di kementerian ada 11, kurang lebih Rp11.000 triliun.

“Datanya saya ada di kantong saya ada. Yang hadir di sini saya hapal satu, dua masih nyimpan di sana, masih. Wong namanya ada di kantong saya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty, di Hotel Clarion, Makasar, Sulsel, Jumat (25/11/2016) malam.

Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa pada 2018 akan ada nantinya keterbukaan informasi yang tidak bisa dicegah oleh negara manapun. Sehingga, nantinya duit orang di Indonesia yang ada di Singapura berapa, yang ada di Swiss berapa, yang ada di Hong Kong berapa, semuanya akan terbuka karena memang aturan internasional sudah tanda tangan semuanya.

“Itulah saya kira keterbukaan sekarang ini,” ujar Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampakan rasa syukurnya karena meskipun tekanan dari ekonomi global sangat, sangat berat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal yang pertama kita tumbuh 4,94 persen, pada kuartal yang kedua 5,18 persen, pada kuartal yang ketiga tumbuh 5,02 (lima koma kosong dua) persen.

Negara yang lain, ungkap Presiden Jokowi, banyak yang sudah masuk hampir ke resesi. Ada yang sudah, ada yang anjlok dari 10 ke 6,5 persen, ada yang anjlok dari 5,8 ke 4 persen. “Kita ini masih bisa bertahan dan justru tumbuh, meskipun tipis tapi bisa tumbuh,” terang Presiden seraya menyampaikan rasa syukurnya karena Provinsi Sulawesi Selatan pertumbuhan ekonominya mencapai 8,05 persen.(BS)

Berikan Komentar