Produksi Cabai di Sumut Turun Akibat Curah Hujan Tinggi

oleh -432 views

garudaonline – Medan | Produksi cabai selama 2016 di Sumatera Utara (Sumut) hanya berkisar 156 ribu ton. Produksi itu mengalami penurunan sekitar 14 persen jika dibanding 2015 yang mencapai 184 ribu ton.

“Memang produksi di 2016 mengalami penurunan. Ada kekurangan sekitar 14 persenan lah produksinya,” kata Kasubbag Program Dinas Pertanian Sumatera Utara, Marino, Kamis (12/1/2017).

Marino mengatakan penurunan produksi cabai disebabkan curah hujan tinggi selama 2016 yang melanda wilayah Sumut. Akibatnya banyak tanaman cabai yang busuk.

“Kemarin itukan curah hujan tinggi. Malah di awal 2017 saja yang seharusnya masuk musim panas, ternyata tingkat curah hujannya masih tinggi. Sehingga ada sebagian tanaman cabai yang busuk,” jelasnya.

Kondisi ini, lanjut Marino berdampak pada harga cabai di Sumut yang sempat melambung tinggi. Tak hanya itu, masalah distribusi cabai dari tingkat petani ke pedagang juga menyebabkan harga cabai mahal.

“Sebenarnya harga cabai di tingkat petani di Sumut tidak terlalu tinggi. Ketika di pasar, harga naik hingga Rp80 ribuan lebih. Tapi saat dicek ditingkat petani, harga jual paling sekitar Rp35 ribuan per kilogram. Makanya kita juga heran, mungkin rantai pasar terlalu panjang, makanya harga cabai di pasar mahal,” urainya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Sumut Yulizar mengatakan tingginya harga cabai di Sumut akibat masalah distribusi. Tak hanya itu, ada beberapa kabupaten/kota di Sumut menjual cabai ke luar provinsi seperti Batubara, Sidempuan, yang menjual cabai ke Jakarta.

“Sebenarnya produksi tidak jadi masalah. Jadi masalahnya ada pada distribusi. Kita tidak bisa melarang petani menjual cabai ke luar provinsi, karena itu mata pencaharian mereka. Mereka jual ke luar karena harganya lebih mahal. Sementara pasokan untuk pedagang di Sumut sendiri berkurang, sehingga harga jualnya mahal,” bebernya.

(fidel)

Berikan Komentar