Rezeki Bagi Pedagang Nanas di Tahun Baru Imlek

oleh -693 views

garudaonline – Medan | Permintaan buah nanas pada Hari Raya Tahun Baru Imlek, meningkat. Nenas memiliki arti penting bagi ritual ibadah etnis Tionghoa. Sebab mahkota nanas yang mekar di atas buah, dengan bentuk mengembang menjadi lambang mekarnya rezeki. Sehingga buah dipilih yang terbaik.

Keyakinan akan mekarnya rezeki seperti mekarnya tunas nanas menjadi rezeki pula bagi pedagang musiman, khusus nanas untuk sembahyang. Dengan begitu, setiap perayaan Imlek, peminat nanas otomatis melonjak. Harganya pun naik di pasaran. Nanas yang tadinya tak begitu dilirik, kian banyak dicari.

Lastri, pedagang buah di Pasar Pringgan, mengatakan harga nanas ukuran kecil naik menjadi Rp15.000 perbuah dari sebelumnya Rp10.000 perbuah. Padahal di hari biasa, nanas ukuran kecil tidak laku dijual.

“Tapi saat ini harganya Rp15.000 per buah. Tapi untuk nanas dengan ukuran kecil ini banyak dicari. Kalau nanas yang ukuran besar biasa aja permintaannya. Harganya pun lebih murah dibanding yang kecil. Saya jual Rp13.000 perbuah nanas yang besar,” ungkapnya, Kamis (26/1/2017).

Ukuran nanas, katanya memang menentukan tingginya harga. Makin kecil ukuran nanas, makin mahal pula harganya. Ditambah lagi jika mahkota nanas terlihat bagus.

“Tapi nanas ukuran kecil dan sudah matang ini, paling susah dicari. Dari agen juga persediaannya sedikit. Makanya sehari saya cuma bisa jual sekitar 10 buah. Mereka (orang Tionghoa) bilang, ini untuk melengkapi persembahan saat ritual ibadah,” urainya.

Sementara itu, Johan, warga Tionghoa di Medan mengatakan buah nanas sangat dicari saat perayaan Tahun Baru Imlek. Buah bermahkota (daun di atas buah) itu disusun rapi bersama berbagai jenis buah lainya pada saat sembahyang Tikong.

“Untuk melengkapi ritual ibadah, Sembahyang Tikong, meminta keselamatan, kesehatan dan rezeki yang berlimpah. Biasanya dipakai buah yang kecil. Jadi harus dipilih yang terbaik. Apalagi ini untuk sembahyang,” sebutnya.

(fidel)

Berikan Komentar