Serapan Anggaran Pemko Medan Masih Rendah

oleh -132 views

garudaonline – Medan | Dari jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan sekitar Rp 5,3 triliun, hingga kini serapan anggaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan masih cukup rendah, hanya mencapai 58% atau Rp3,2 triliun.

“Desember mulai banyak penagihan. Kita sudah surati seluruh SKPD agar memberikan laporannya paling lambat 23 Desember. Biasa tanggal 25 Desember, berhubung iu adalah hari Minggu, jadi dipercepat,” ujar Kabag Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan Irwan Ritonga, Rabu (23/11/2016).

Berdasar laporan yang diterima sampai pada 23 November 2016, ada lima SKPD yang serapannya masih di bawah 60% dengan nominal anggaran yang besar. Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) adalah SKPD dengan nilai serapan paling rendah yakni 27%. Kemudian dilanjutkan dengan Bina Marga 43%, Dinas Perhubungan 50%, Dinas Pertamanan 53%, Dinas Pendidikan 59%, Dinas Kebersihan 65% dan Dinas Kesehatan 68%.

Seperti diketahui bahwa anggaran belanja Pemko Medan pada 2016 tercatat Rp5,3 triliun dengan porsi belanja tidak langsung (BTL) Rp2,2 triliun dan belanja langsung (BL) Rp3,1 triliun. Kemudian Pemko Medan menargetkan pendapatan Rp5,2 triliun yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp1,8 triliun dan dana perimbangan sekitar Rp1,8 triliun.

“Kita belum tahu apa penyebab masih rendahnya serapan di SKPD itu. Termasuk di Perkim. Kalau dari media yang saya baca seperti di Perkim, adanya pemutusan kontrak. Tapi sudah kita surati kok rendahnya relasasi ini,” ungkapnya.

Masih sedikitnya serapan anggaran Pemko Medan, kata Irwan, tak berarti hingga akhir tahun serapan akan rendah. Sebab, katanya, biasanya menjelang akhir tahun SKPD baru menyerahkan laporan anggaran ke keuangan dan pembayaran juga banyak dilakukan pada akhir tahun. “Belum tentu Silpa nya juga besar. Desember banyak pembayaran biasanya,” ucapnya seraya mengatakan penerimaan Pemko Medan sudah mencapai 74% atau Rp3,8 triliun yang didominasi dari dana perimbangan.(BS)

Berikan Komentar