Singapura akan Investasi di Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika

oleh -224 views

garudaonline – Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia saat ini sedang menjalin kerja sama dengan Singapura di sejumlah sektor. Negeri Singa itu sepakat untuk bekerja sama di bidang pariwisata, pembangunan gas alam cair (LNG), pembangunan IT park (kawasan informasi dan teknologi), serta pengelolaan sampah di laut menjadi energi listrik.

“Kami berharap pada akhir 2017 mendatang, semuanya bisa terealisasi dengan baik. Untuk sektor pariwisata, Singapura sepakat berinvestasi di Danau Toba, Borobudur dan Mandalika,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (11/12).

Indonesia, lanjutnya, menargetkan kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta orang pada 2019. Untuk itu, pemerintah terus melakukan segala upaya mewujudkan target tersebut dengan membangun sejumlah fasilitas pendukung.

Terkait kerja sama Indonesia-Singapura, juga ada rencana membangun terminal kapal pesiar atau cruise. Terminal ini rencananya akan dibangun di Tanjung Benoa Bali, Palembang, Medan, dan Semarang, untuk menjaring sekitar 300 kapal pesiar per tahun.

Hal itu dilakukan lantaran selama ini kapal-kapal pesiar yang datang ke Indonesia masih sangat minim. Padahal, Indonesia merupakan salah satu destinasi wisatawan asing.

Luhut menargetkan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang, setidaknya ada 150 cruise yang masuk ke Indonesia.

“Rabu (14/12) mendatang, kami akan mengagendakan rapat terkait rencana pembangunan terminal cruise,” imbuhnya.

Singapura, lanjutnya, juga sepakat untuk membantu pelatihan pelayanan turis di Indonesia.

Untuk pembangunan LNG, kata Luhut, Singapura juga akan melakukan pembangunan pembangkit listrik di wilayah-wilayah pulau-pulau terpencil. Negara itu dinilai memiliki teknologi mumpuni untuk membantu mendorong rasio elektrifikasi di Indonesia.

Begitu pula dengan rencana pembuatan IT park, berupa penerjemahan pusat data.

“Rencana pembangunan penerjemahan data center akan dibicarakan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kami akan bicarakan apa yang bisa dipindahkan ke dalam negeri agar lebih banyak pergerakan IT di Indonesia,” pungkasnya.(ber)

Berikan Komentar