TBBM Terbakar, Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Sumut dan Aceh Tak Terganggu

oleh -253 views

garudaonline, Medan | PT Pertamina (Persero) menyatakan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) aman pasca musibah kebakaran yang terjadi di Terminal Medan Group, Sumatera Utara. Proses administrasi maupun proses kerja di TBBM juga sudah berlangsung normal.

“Proses pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh sistem di TBBM dilakukan tim secara cepat dan taktis setelah musibah kebakaran terjadi pada Sabtu (12/11/2016),” kata Fitri Erika Manager Communication & Relations Area Sumbagut, Minggu (13/11/2016).

Menurut Erika Operasional Terminal BBM (TBBM) Medan Group di Belawan, Medan, kembali berlangsung normal pada, Minggu (13/11/2016). Sejak pukul 00.00 WIB, proses distribusi BBM melalui mobil tangki dilaksanakan seperti biasa.

“Hasilnya, seluruh sistem dapat difungsikan seperti sediakala, kecuali pada area yang terbakar,” pungkasnya.

Erika menjelaskan kobaran api menyebabkan jalur pipa antara tangki timbun 18 dan tangki 19 terbakar. Namun kondisi tangki 18 dan 19 saat ini utuh. Tangki 18 berisi Pertamax 1.500 kiloliter dan Tangki 19 dalam kondisi kosong.

“Saat ini tersedia 11.000 kiloliter Pertamax dan dapat segera didistribusikan ke berbagai SPBU di Medan dan sekitarnya,” ungkapnya.

Dia memastikan musibah ini tidak mengganggu ketersediaan pasokan BBM di Sumatera Utara maupun Aceh. Stok tersedia dalam jumlah yang cukup seperti situasi normal.

“Saat ini tim penyelidik internal masih bekerja untuk memastikan penyebab kebakaran,” bebernya.

Sebelumnya, tiga orang pekerja terluka akibat kebakaran yang terjadi di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan Group milik PT Pertamina di Jalan Yos Sudarso, Belawan, Medan, Sabtu, 12 November malam tadi.

Berdasarkan informasi yang didapat, kebakaran tersebut terjadi sangat cepat. Api membakar tabung depot nomor 18 berisikan BBM jenis Pertamax. Hal ini menyebabkan penyebaran api sangat cepat. Namun, belum diketahui penyebab pasti kebakaran.

Untuk memadamkan api yang berkobar, Dinas Pencegah dan pemadaman (DP2K) Kota Medan menerjunkan 15 unit mobil pemadam kebakaran. Api pun akhirnya padam setelah dua jam berkobar. Akibatnya, kemacetan panjang pun tak terelakkan. Warga setempat pun berkerumun untuk menyaksikan kobaran si jago merah. (Fidel)

Berikan Komentar