Trump Menang, IHSG Terkoreksi ke Level 5.414,32

oleh -220 views

garudaonline – Jakarta | Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini, Rabu, 9 November 2016 di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah, melemah 56,36 poin atau 1,03 persen ke level 5.414,321. Sebelumnyam Indeks dibuka di teritori positif di level 5.478,03, dan bergerak pada kisaran 5.345,12-5.491,70.

Berdasarkan pantauan di RTI Bussiness, dari 538 saham yang diperdagangkan, sebanyak 100 saham menguat, 220 saham melemah, 81 saham stagnan, dan sisanya tidak diperdagangkan. Dari 10 Indeks sektoral di Bursa, hanya sektor perdagangan yang menguat 0,5 persen. Sedangkan sisanya melemah dengan tekanan terbesar dari sektor infrastruktur yang koreksi 2,2 persen, dan sektor keuangan yang turun 1,5 persen.

Dari kawasan Asia, indeks juga ditutup di teritori negatif. Indeks Nikkei 225 Jepang koreksi 5,36 persen ke level 16.251,54. Indeks hang Seng Hongkong koreksi 2,16 persen ke level 22.415,19. Indeks Shanghai Cina koreksi 0,62 persen ke level 19,52, dan Indeks Strait Times Singapura koreksi 1,08 persen ke level 2.789,88.

Menurut Analis Ekonomi dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyanbada, pelemahan indeks tersebut merupakan reaksi pasar yang secara langsung merespon terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika, yang diyakini akan memberikan sentimen negatif bagi pergerakan indeks di pasar saham, baik domestik ataupun global.

“Ketika dari hasil pemilu sementara Trump lebih besar dari Hillary, market langsung merespon negatif. Berarti pasar kan mikir pasti ada yang salah kalau Trump menang. Kalau positif, pasti begitu Trump menang akan menguat seperti kemarin, saat Hillary diperkirakan menang,” ujar Reza Priyambada saat dihubungi Rabu, 9 November 2016.

Meski demikian, menurut Reza, penurunan IHSG tentu tidak akan melewati batas support karena batas tersebut harus dijaga agar di market tidak terjadi crash.

Ia melihat nantinya pada titik tertentu pasar akan memanfaatkan pelemahan indeks untuk kembali mengakumulasi saham. “Kapankah itu? Belum terlihat. Bisa juga sampai akhir bulan ini, atau nanti bisa sampai Desember, kalau asumsinya tidak ada sentimen lain yang menggantikan,” ujar Reza.

Berikan Komentar