Ekspor Melalui Kuala Tanjung Diklaim Lebih Murah

oleh -203 views

garudaonline, Medan: Pengapalan perdana kontainer ekspor mulai dilakukan di Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang terletak di Kabupaten Batubara, Sumut, Kamis (27/12/2018). Pelabuhan ini sudah beroperasi melayani pengiriman barang ke Shanghai, China, menggunakan Kapal Wan Hai.

Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana, mengatakan KTMT menawarkan efisiensi dari sisi waktu pengiriman dan biaya logistik sehingga dapat meningkatkan daya saing produk-produk ekspor nasional. Petikemas akan dikirim melalui rute langsung atau direct call intra asia. Kapal ini melayani rute direct call intra Asia India menuju China.

“Kalau ekspor melalui Kuala Tanjung sudah pasti lebih murah 300 Dolar AS per TEUs, dibandingkan dari Singapura. Wan Hai merupakan kapal petikemas terbesar yang pernah singgah di Pulau Sumatra,” kata Bambang, di sela-sela pengapalan perdana.

Bambang mengatakan KTMT, secara fisik sudah selesai dibangun pada November 2018. Kemudian pada Desember, Pelindo 1 mendekati Wan Hai selaku “line” yang membawa muatan. Selain itu mereka juga melakukan pendekatan kepada “shipper” (pengguna kapal), khususnya Unilever dan P&G.

“Sehingga hari ini, Wan Hai menjadi kapal pertama yang masuk ke Terminal Multipurpose Kuala Tanjung dengan membawa ekspor tujuan Shanghai. Ini merupakan direct export, dari Kuala Tanjung dikirim langsung ke Shanghai, tidak melalui transhipment,” terang Bambang Eka.

Menurut Bambang KTMT menawarkan efisiensi dari sisi waktu pengiriman dan biaya logistik sehingga dapat meningkatkan daya saing produk-produk ekspor nasional. Petikemas akan dikirim melalui rute langsung atau direct call intra asia. Kapal ini melayani rute direct call intra Asia India menuju China.

“Kalau ekspor melalui Kuala Tanjung sudah pasti lebih murah 300 Dolar AS per TEUs, dibandingkan dari Singapura,” kata Bambang, di sela-sela pengapalan perdana.

Sementara itu, Representatif Wan Hai Line di Indonesia, Hendra Kusuma menamahkan pengiriman barang dari Kuala Tanjung ke Shanghai memakan waktu hanya selama 8 hari. Sedangkan bila barang yang sama dikirim dari Belawan ke Shanghai, paling cepat menghabiskan hingga 12 hari.

“Mengenai biaya, untuk tujuan yang jauh, pasti lebih mahal karena untuk ekspor biasanya melalui India, sedangkan untuk impor harus melalui Port Klang, Malaysia, atau Singapura. Namun sekarang semuanya bisa langsung keluar atau masuk ke Kuala Tanjung sehingga bisa menghemat 200-300 Dolar AS per kontainer,” terangnya. (dfnorris)

Berikan Komentar