Erdogan Yakin Mursi Tewas Dibunuh Pemerintah

oleh -45 views

garudaonline, Jakarta: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut kematian mantan presiden Mesir, Mohamed Mursi, tewas karena “dibunuh” oleh pemerintah. Erdogan menuding otoritas Mesir gagal menyelamatkan Presiden Mesir Ke-5 itu yang merupakan sekutu dekatnya.

“Mursi berjuang mempertahankan hidupnya di ruang persidangan selama 20 menit. Otoritas (Mesir) sayangnya tidak turun tangan menyelamatkannya,” kata Erdogan dalam pidatonya di Istanbul yang disiarkan di televisi, Rabu (19/6).

“Mursi dibunuh, dia tidak meninggal karena penyebab alamiah (penyakit),” paparnya menambahkan.

Mursi meninggal di usia 67 tahun karena serangan jantung saat menghadiri persidangan terkait tuduhan spionase di Pengadilan Kairo, Senin (17/6) lalu.

Jaksa penuntut umum mengatakan Mursi sempat jatuh pingsan dalam kurungan terdakwa di ruang sidang tak lama setelah berbicara. Ia lalu dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 16.50 waktu setempat.

Selama mendekam di penjara, presiden dari kalangan sipil pertama itu juga dikabarkan mengidap penyakit diabetes dan tumor jinak. Ia dilaporkan sering dikurung di sel isolasi dan tidak boleh dibesuk.

Keluarga Mursi hanya pernah mengunjunginya sebanyak tiga kali selama di penjara.

Sementara itu, Erdogan memiliki hubungan yang dekat dengan mantan pemimpin Ikhawanul Muslimin itu.

Namun, relasi Turki dan Mesir memburuk terutama setelah Mursi digulingkan oleh Abdel Fattah al-Sisi pada 2013. Kala itu, Erdogan mengecam keras kudeta yang dilakukan oleh Sisi.

Erdogan juga menyalahkan “tirani” Mesir atas kematian Mursi kemarin.

“Sejarah tidak akan melupakan tirani yang menyebabkan kematiannya dengan memenjarakannya dan mengancamnya dengan eksekusi,” ujar Erdogan.

Erdogan juga menyebut kematian Mursi sebagai “simbol persekusi yang menargetkan Mursi dan pendukungnya. Ia pun menganggap Mursi sebagai martir.

“Di mata kami, Mursi adalah martir yang kehilangan nyawanya demi hal yang ia yakini,” ucap Erdogan.

Selain Erdogan, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga meminta kematian Mursi diselidiki secara independen.

Hal itu disebabkan banyak dugaan mencuat bahwa Mursi diperlakukan secara tidak layak selama dipenjara.

“Setiap kematian mendadak saat dalam tahanan harus diikuti dengan investigasi secara cepat, menyeluruh, imparsial, dan transparan oleh lembaga independen yang bisa memastikan penyebab kematian,” kata juru bicara Komisioner HAM PBB, Rupert Colville.

Menanggapi hal itu, Mesir menuduh PBB “mempolitisasi” kematian Mursi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Hafez, mengecam dengan keras desakan pembukaan penyelidikan tersebut.

“(Desakan) itu adalah “upaya disengaja untuk mempolitisasi kasus kematian yang alami,” paparnya seperti dikutip AFP, Kamis (20/6). (CNN/dfn)

Berikan Komentar