Gaduh dengan Gaya Kampanye Jokowi, BPN Ributkan Jan Ethes

oleh -427 views

garudaonline, Jakarta: Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno mempersoalkan pelibatan Jan Ethes (2) dalam mendongkrak elektabilitas capres petahana Joko Widodo. Sebab, pelibatan anak dalam politik merupakan pelanggaran perundangan.

Sebelumnya, Ketua Tim Cakra 19 yang merupakan tim pemenangan bayangan Jokowi, Andi Widjajanto, menyebut Jan Ethes, yang merupakan cucu pertama Jokowi hasil pernikahan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dengan Selvi Ananda, memiliki nilai plus dalam isu politik.

“Tidak baik dan jelas itu dilarang oleh Undang undang. Pelibatan anak kecil untuk politik itu ada sanksi pidananya,” kata Anggota BPN Ferdinand Hutahaean, Minggu (27/1).

Di samping dilarang undang-undang, Ferdinand juga menyebut Jan Ethes tidak patut dieksploitasi untuk kepentingan politik lantaran belum cukup umur. Dia mengatakan politik Indonesia cenderung keras, bahkan kejam.

“Kasihan Jan Etes nanti kalau jadi korban bully akibat politik,” imbuh Ferdinand.

Ferdinand lantas memberi saran kepada Jokowi dan Tim Kampanye Nasional agar berhenti melibatkan Jan Ethes. Dia ingin bocah tersebut menikmati dunia dengan cara yang sesuai dengan usianya saat ini.

Kepala Divisi Advokasi Partai Demokrat itu menolak segala bentuk pelibatan anak-anak dalam kepentingan politik.

“Terlebih kepada Jokowi, jangan egois hanya untuk tujuan politik membawa anak kecil ke kancah politik yang keras,” kata Ferdinand.

Senada, Wakil Ketua Dewan Penasehat BPN Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid mendorong Bawaslu untuk menelusuri sejauh mana keterlibatan Jan Ethes dalam peningkatan popularitas Jokowi selama ini.

Hidayat mengutarakan sikapnya itu melalui akun twitter @hnurwahid pada Sabtu lalu (26/1). Dia juga mengaitkan situs berita tentang anggota pemenangan Jokowi yang mengakui Jan Ethes terlibat dalam peningkatan popularitas.

“Ini Jan Ethes yang pernah sebut @jokowi, kakeknya, sebagai ‘artis’ ya? Tapi bagaimana kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak-anak dlm kampanye? Bagaimana @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?” cuit Hidayat.

Sebelumnya, Ketua Tim Cakra 19 yang merupakan tim bayangan paslon 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Andi Widjajanto menyebut Jan Ethes merupakan salah satu nilai plus dalam rangka mendongkrak popularitas kakeknya di media sosial. Sosok seperti Jan Ethes pun tidak dimiliki kubu penantang.

Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg “Artis” ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?

Andi mengatakan pihaknya mampu memainkan politik yang serius dan tergolong receh. Langkah serius, lanjutnya, yakni dengan memaparkan data-data.

“Kami bisa main serius dengan data-data, tapi kami juga bisa memviralkan Jan Ethes,” ujar Andi di kawasan Gelora, Jakarta, Jumat malam (25/1).

“Kami unggul yang mereka enggak punya, contohnya kartun Pak Jokowi main bum bum car dengan Jan Ethes, itu viral di mana-mana,” lanjutnya. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar