Mengenal Hanifan Yudani Kusumah, sang Pemersatu Jokowi-Prabowo

oleh -464 views

garudaonline – Jakarta | NAMA pesilat Hanifan Yudani Kusumah mendadak menjadi buah pembicaraan di Asian Games 2018. Tak hanya soal sumbangsih memberikan medali emas, tetapi aksinya yang memberikan pelukan kepada Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto membuat namanya semakin disorot.

Keinginannya melakukan aksi tersebut tak lepas untuk membuktikan bahwa pencak silat adalah olahraga asli Indonesia yang bisa menjadi pemersatu bangsa. Memang tidak dipungkiri kedua tokoh nasional tersebut akan bersaing dalam ajang pemilihan presiden pada periode 2019-2024.

Ujaran-ujaran kebencian pun terus bermunculan jelang pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres). Akan tetapi, kedatangan keduanya ke final cabor pencak silat Asian Games 2018 tak lepas dari peran mereka masing-masing sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) dan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Akan tetapi, Hanifan seolah-olah bisa menjadi pencair suasana ketegangan di antara keduanya seusai meraih medali emas di nomor tanding kelas C (55-60 kg) putra. Alasan Hanifan memeluk Jokowi dan Prabowo pun sangat kuat. Hal itu karena didasari jiwa pencak silat Hanifan yang bisa menjadi pemersatu bangsa.

Aliran darah dalam diri Hanifan di dunia pencak silat sangatlah kental. Betapa tidak, kedua orangtuanya adalah Dani Wisnu dan Dewi Yanti Kosasih merupakan atlet nasional kenamaan pada era 1990-an. Sang ayah dan ibu pun selalu mengharumkan nama bangsa melalui Kejuaraan Dunia dan SEA Games.

Melihat kedua orangtuanya yang begitu berprestasi, lantas membuat Hanifan ingin mengikuti jejak sang ayah dan ibu. Bahkan ia sudah dididik dalam dunia pencak silat sejak dilahirkan Bandung pada 25 Oktober 1997

“Awal karier saya mungkin mengikuti jejak ibu dan bapak saya juga. Keluarga saya adalah pesilat semua. Mungkin di situ motivasinya untuk ikut juga membudayakan olahraga asli Indonesia. Sejak lahir saya sudah ikut silat karena saya sudah mengikuti jejak orangtua saya. Ibu bapak juga kan atlet nasional, mantan atlet SEA Games dan mantan juara dunia juga,” ucap Hanifan.

Hanifan juga mengungkapkan cara kedua orangtua dalam mendidiknya dalam dunia pencak silat yang sederhana. Tak ada didikan yang berlebihan, Dani dan Dewi pun hanya selalu mengarahkan sang putra untuk menjaga mental dan cara bermain Hanifan.

“Enggak ada tekanan dari orangtua. Mereka kalau melatih saya simpel dan lebih mengatur mental dan strategi saja. Tapi kalau yang lain-lain enggak,” pungkasnya.(g06/osport)

Berikan Komentar