Piala AFF 2016: Indonesia Dikalahkan Thailand 2-4

oleh -112 views

garudaonline – Bocaue | Indonesia menelan kekalahan di laga perdana Piala AFF 2016. Sempat menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol, Skuat Garuda akhirnya tunduk 2-4 oleh Thailand.

Bermain di Philippine Sports Stadium, Bocaue, Sabtu (19/11/2016) sore WIB, gawang Indonesia sudah kebobolan saat pertandingan baru berjalan empat menit. Peerapat Notchaiya mencetak gol cepat memanfaatkan kesalahan barisan belakang Indonesia.

Dalam posisi tertinggal, Indonesia berhasil menciptakan beberapa peluang. Namun bukan gol penyama yang tercipta justru gawang Kurnia Meiga kembali jebol. Kembali akibat kesalahan pemain belakang, Teerasil Dangda membuat Tim Gajah Putih unggul 2-0 saat turun minum.

Indonesia menyentak di awal babak kedua setelah mampu bikin dua gol cepat. Yang pertama dilesakkan Boaz Salossa pada menit 53 dengan menggunakan kepalanya. Enam menit berselang Lerby Eliandry yang gantian menjebol gawang Thailand, juga menggunakan kepala saat memnyambar umpan silang.

Tapi kans Indonesia untuk membalikkan keadaan atau setidaknya memaksakan hasil imbang gagal oleh penampilan Teerasil Dangda. Dia mencetak dua gol tambahan di menit 79 dan akhir periode injury time, untuk menggenapi hat-trick-nya di laga perdana ini.

Thailand kini memuncaki klasemen Grup A dengan poin tiga, sementara Indonesia saat ini ada di posisi paling bawah. Selanjutnya, Skuat Garuda akan menghadapi Filipina pada Selasa (22/11/2016) dan dilanjutkan dengan menghadapi Singapura pada Jumat (25/11/2016).

Jalannya Pertandingan

Indonesia mengawali laga menghadapi Thailand dengan sebuah mimpi buruk. Kesalahan yang dibuat barisan belakang membuat gawang Kurnia Meiga jebol ketika pertandingan baru berjalan empat menit.

Gol tersebut berawal dari kegagalan Yanto Basna menendang bola lantaran si kulit bundar malah menyelinap di antara kakinya. Kesalahan di dalam kotak penalti itu berakibat fatal karena meski bola kemudian bisa dibuang itu malah jatuh ke kaki Peerapat. Tendangan Peerapat ke arah tiang jauh gagal dihalau Meiga.

Empat menit berselang gawang Indonesia nyaris kebobolan untuk kali kedua. Dari skenario tendangan sudut, bola sempat disundul pemain Thailand untuk kemudian mengarah ke Teerasil Dangda yang berdiri tak terkawal di tiang jauh. Berada tepat di muka gawang, tendangan dia mentah terkena mistar.

Setelah itu Indonesia terlihat akan bangkit. Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui pergerakan Boaz Salosa dan Andik Vermansah.

Kans pertama datang di menit 14 saat Boaz menusuk dari sisi kanan. Sampai kotak penalti dia mengirim umpan ke muka gawang, sayang tidak ada rekannya di sana.

Beberapa menit kemudian Andik membuang peluang terbaik yang bisa dipunya Indonesia. Berada di belakang para bek Thailand untuk menerima umpan dari sisi kiri, kontrol Andik tidak sempurna. Padahal jika menguasai bola dia tinggal berhadapan dengan kiper.

Boaz kembali menebar ancaman ke gawang Thailand melalui tembakan dari luar kotak penalti. Bola mengenai bek Thailand dan melayang ke arah sudut gawang. Tapi tidak ada gol tercipta karena kiper Kawin melakukan penyelamatan dengan menepisnya ke luar lapangan.

Tembakan selanjutnya yang dilepaskan pemain Indonesia datang dari Lilipaly. Memungut bola yang gagal dikuasai Boaz, sepakan Lilipaly mengenai kaki bek Thailand dan membuat bola melebar ke luar lapangan.

Saat gol yang dicari-cari tak kunjung datang, gawang Indonesia malah kembali kebobolan. Kembali buruknya lini belakang yang jadi penyebab.

Kerjasama satu-dua rapi yang diperagakan pemain Thailand mampu menembus masuk ke kotak penalti Indonesia. Dari momen itu bola yang disepak pemain Thailand dan gagal dihalau Meiga sebenarnya sudah jatuh ke kaki Yanto Basna. Tapi di muka gawang dia tak mampu melakukan sapuan dengan baik, dan bola malah dicocor ke dalam gawang oleh Teerasil.

Tak ada pergantian pemain dilakukan Alfred Riedl terhadap skuat Indonesia di babak kedua. Indonesia juga masih memainkan skema yang sama dengan terus menekan pemain-pemain Thailand yang menguasai bola.

Yang berbeda di paruh kedua ini adalah umpan-umpan silang yang mulai dilepaskan pemain Indonesia saat mendekati sepertiga pertahanan Thailand. Strategi ini berbuah sangat positif karena Indoneasia bisa mencetak gol memaksimalkan umpan-umpan silang.

Gol pertama Indonesia tercipta di menit 53 melalui Boaz Solossa. Dijepit dua pemain belakang Thailand saat menjemput umpan silang Rizki Pora, Boaz masih memenangi duel untuk mengarahkan bola ke dalam gawang.

Tiga menit kemudian gol lain tercipta untuk kubu Indonesia. Kali ini Lerby Eliandry yang menjebol gawang Thailand saat bola yang dia lambungkan menggunakan kepala mengarah ke tiang jauh dan tak mampu digapai kiper. Pencipta assist gol ini adalah Beny Wahyudi.

Berhasil menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol membuat Indonesia berada di atas angin. Tapi upaya untuk mencetak gol tambahan tak kunjung membuahkan hasil.

Sebelas menit sebelum pertandingan tuntas gawang Indonesia malah kebobolan. Kerjasama rapi yang dibangun Thailand dari sisi kanan pertahanan Indonesia berujung dengan Teerasil melepaskan tendangan mendatar dari luar kotak penalti. Bola yang bergulir kencang mengarah ke sudut bawah gawang tanpa bisa dihalau Kurnia Meiga.

Dengan waktu tersisa yang tak banyak, Indonesia terus mencoba menekan Thailand. Termasuk dengan memainkan Evan Dimas di 10 menit terakhir laga.

Perjuangan Indonesia akhirnya benar-benar tuntas setelah Teerasil Dangda kembali menjebol gawang Indonesia. Sontekannya dari jarak dekat memastikan Thailand menang 4-2 di laga perdana Piala AFF 2016.

Susunan Pemain

Thailand XI: Kawin, Peerapat (’72 Theerathon Bunmathan), Adison, Prathum, Tristan (’64 Korawit Narmwiset), Sarach, Tanaboom, Chanathip, Pokklaw, Sirod (’83 Charyl Chappuis), Teerasil

Indonesia XI: Meiga, Wahyudi, Lestaluhu, Basna, Aryanto, Lilipaly, Pradana (’90 Ferdinand Alfred Sinaga), Pora, Vermansah (’82 Evan Dimas Darmono), Eliandry (’74 Zulham Zamrun), Solossa.

Berikan Komentar