Gelar Aksi Damai, Koalisi Jurnalis Medan Desak Kapolri Tangkap Pelaku Penganiayaan Jurnalis Malam Munajat 212

oleh -233 views

garudaonline, Medan: Aksi solidaritas yang digelar puluhan jurnalis Kota Medan, Sumatera Utara di bundaran air mancur jalan Sudirman, Senin (25/2) pagi berlangsung tertib.

Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Jurnalis Anti Kekerasan Sumatera Utara tersebut mendesak aparat berwenang untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap jurnalis pada malam munajat 212.

Massa bergerak long march dari warkop jurnalis menuju bundaran air mancur dengan membentangkan poster yang berisi kecaman atas tindakan kekerasan yang dialami jurnalis.

Massa mendesak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Tito Karnavian, segera menangkap para pelaku penganiayaan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan acara munajat 212 di Monas, Jakarta,  (21/2/2019) kemarin.

Dalam orasinya, Kordinator aksi Koalisi Jurnalis Anti Kekerasan Sumatera Utara, Harizal mengatakan, peristiwa kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis saat melakukan peliputan di acara serupa bukan kali pertamanya. Untuk itu, ia meminta semua pihak menghentikan kekerasan terhadap pers baik dalam bentuk fisik maupun secara psikis.

“Kami berharap intimidasi ini adalah peristiwa terakhir yang dialami jurnalis,” kata Rizal kepada awak media disela-sela aksi berlangsung.

Wartawan senior di salah satu stasiun televisi ini mendesak pihak kepolisian segera mengusut kasus ini dengan menerapkan Undang-undang pers Nomor 40 Tahun 1999, khususnya pasal 8 tentang penganiayaan dan intimidasi terhadap pers. Menurutnya, undang-undang itu sangat tepat diterapkan dibandingkan dengan pasal 170 yakni penganiayaan secara bersama-sama yang diterapkan pihak kepolisian.

“Menurut kami, pasal 170 itu tepatnya dijadikan juncto-nya. Jadi polisi harus berani terapkan pasal undang-undang pers, karena dalam bekerja pers diatur dengan undang-undang pers dan kode etik jurnalistik,” pungkasnya. (Voshkie)

Berikan Komentar