Gelar Simulasi, KPU Medan Sebut Warga Butuh 1 Menit Untuk Mencoblos

oleh -264 views

garudaonline, Medan: Pemilu Raya makin hampir. Masing-masing perangkat pemilu tiap daerah bergegas mempersiapkan masyarakat tentang cara memilih yang benar.

Salah satunya KPU Kota Medan, yang melakukan simulasi proses pemungutan suara suara di TPS dengan melibatkan 10 orang pemilih dengan dua bilik suara dan lima surat suara.

Menurut Ketua KPU Medan Agussyah Ramadani Damanik, dari hasil simulasi ini pihaknya menghitung proses pencoblosan hanya memakan waktu 9 menit dan 49 detik.

Itu artinya, rata-rata pemilih membutuhkan waktu tak lebih dari satu menit berada dalam bilik suara.

Simulasi ini dilakukan sebagai bagian dari uji coba untuk mengetahui secara persis berapa durasi waktu yang dibutuhkan pemilih dalam menggunakan hak suaranya di TPS, pada Rabu 17 April 2019. Simulasi juga melibatkan langsung Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Dari simulasi yang sederhana tersebut ternyata dengan menggunakan 10 pemilih, dua bilik suara dan 5 surat suara, dalam kondisi normal hanya memakan waktu 9 menit 49 detik,” jelasnya seusai simulasi di Kantor KPU Medan, Rabu (19/12).

Selain simulasi pemungutan suara, lanjut dia, KPU Medan juga melakukan pra bimbingan teknis (bimtek) pemungutan dan penghitungan suara.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan simulasi pengisian formulir yang melibatkan 63 PPK dari 21 kecamatan dan 151 Ketua PPS se-Kota Medan.

Koordinator Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Medan, M. Rinaldi Khair menjelaskan, simulasi pemungutan suara dilakukan dengan konsep sederhana dalam kondisi yang normatif dan tanpa gangguan.

Tujuannya ingin mengetahui berapa menit waktu riil yang dibutuhkan pemilih dalam menggunakan hak suaranya di TPS.

“Jika sebelumnya ada anggapan bahwa hitungan satu pemilih dapat memakan waktu 10 menit, justru KPU Medan ketika mensimulasikannya dengan 10 pemilih,tidak sampai menghabiskan waktu 10 menit,” paparnya.

Hitungan tersebut dimulai dari 10 orang antri secara bergantian masuk ke TPS dan mendaftarkan dirinya ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Lalu menunggu antrian panggilan untuk mendapatkan surat suara, serta ke bilik suara untuk mencoblos lima surat suara, memasukkannya ke dalam lima kotak suara hingga terakhir mencelupkan jari ke tinta.

“Semua itu kurang dari 10 menit dengan simulasi 10 pemilih. Jika diasumsikan ada 300 pemilih, maka secara sederhana dapat dihitung proses pemungutan suara di TPS kurang dari 5 jam,” terangnya.

Rinaldi menyebutkan, KPU Medan akan terus melakukan simulasi-simulasi lain terkait dengan proses pemungutan dan penghitungan suara dalam setiap bimtek.

Jika Peraturan KPU terkait pemungutan dan penghitungan suara sudah ditetapkan, pihaknya juga akan melakukan simulasi yang bersifat menyeluruh dengan beragam potensi masalah.

Mulai dari pembukaan TPS, pemungutan, penghitungan dan pencatatan ke formulir-formulir KPU. “Agar sejak awal sudah ada pendeteksian masalah dan dicarikan jalan keluarnya,” demikian Rinaldi.(dfnorris)

Berikan Komentar