Gemar Kritik Trump, Eks Direktur CIA Terancam Masuk Daftar Hitam

oleh -396 views

garudaonline, AS:   Presiden Donald Trump mencabut izin keamanan mantan Direktur Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) John Brennan karena suka mengkritik dirinya. Trump juga memperingatkan sejumlah pengkritik lainnya berisiko ikut masuk daftar hitam tersebut.

Dalam dekrit yang sangat tidak biasa, Trump mencabut kewenangan Brennan untuk mengakses dokumen rahasia negara lantaran sikapnya belakangan yang dianggap “aneh dan tidak menentu.”

Melalui pernyataannya itu, Trump menyebut Brennan telah mengemukakan “tuduhan tak berdasar dan keterlaluan di media sosial dan televisi” tentang pemerintahannya. Politikus Partai Republik itu menganggap kritik eks mata-mata AS itu semakin membuat suasana hiruk pikuk.

“Secara historis, mantan kepala intelijen dan pimpinan lembaga penegak hukum diizinkan mempertahankan akses informasi rahasia setelah masa jabatan mereka habis sehingga mereka bisa tetap dapat berkonsultasi dengan penerus mereka,” bunyi pernyataan Trump tersebut seperti dikutip AFP, Rabu (16/8).

“Pada titik dalam pemerintahan saya ini, manfaat apa pun yang diperoleh para pejabat senior dari hasil konsultasinya dengan Brennan kini berisiko karena sikap dan perilakunya yang tidak menentu.”

Dengan keputusan ini, Brennan tidak lagi bisa mengakses informasi-informasi rahasia negara, suatu kewenangan yang biasa diberikan kepada mantan pejabat senior dari semua garis politik.

Trump juga menyebut delapan pejabat lain termasuk mantan Direkur Badan Intelijen Nasional AS James Clapper, eks Direktur CIA dan jenderal bintang empat Michael Hayden, hingga mantan Direktur Badan Investigasi Federal (FBI) James Comey bisa bernasib serupa dengan Brennan.

Para individu tersebut dituduh mempolitisi dan memonetisasi akses publik dan keamanan mereka.

Tak cukup melalui dekrit, Trump berkicau melalui Twitter-nya dan menyebut bahwa “John Brennan adalah noda bagi negara, kita berhak mendapat yang lebih baik dari ini.”

Brennan memang dikenal sebagai kritikus Trump yang cukup vokal. Hanya beberapa jam sebelum Trump mengumumkan keputusannya itu, Brennan menuding konglomerat asal New York itu gagal “memenuhi standar moral, kesusilaan, kesopanan, dan kejujuran.”

Tak lama setelah mengetahui namanya diblokir dari akses terhadap informasi rahasia, Brennan langsung menyerang Trump dengan menyebut orang nomor satu di Amerika itu mencoba “mengekakng kebebasan berbicara melalui sebuah tindakan yang bermotif politik.”

“Tindakan [Trump] ini harus membuat semua warga Amerika khawatir,” katanya.

“Jika Trump merasa ini akan membuat saya pergi dan diam, dia sangat keliru,” papar Brennan dalam wawancaranya bersama MSNBC.

Pencabutan akses keamanan Brennan turut memicu kritik dari sejumlah mantan pejabat senior AS lain, termasuk mantan Menteri Luar Negeri John Kerry.

Kerry menganggap Trump “mencampuri urusan politik pribadi dengan patriotisme dan keamanan nasional.”

Comey pun tak ketinggalan ikut mengomentari keputusan orang yang pernah memecatnya itu. Dia mengatakan akses keamanan “tidak boleh digunakan sebagai pion dalam permainan politik pribadi.”

Dalam pernyataannya itu, Comey, yang dipecat Trump karena menolak menghentikan penyelidikan dugaan intervensi Rusia dalam pilpres 2016 lalu, mengatakan Brennan justru seorang pegawai negeri yang sangat berbakti pada negara.(cnn/voshkie)

Berikan Komentar