Generasi Milenial Diimbau Jadikan Pemilu 2019 Ajang Belajar Politik

oleh -242 views

garudaonline, Medan: Perbincangan mengenai generasi milenial masih terus digaungkan dan dijadikan topik khusus terutama jelang perhelatan pesta demokrasi.

Seperti diketahui bahwa generasi milenial merupakan kelompok demografi setelah generasi x yang memiliki karakteristik dan kemampuan berbeda dari generasi-generasi sebelumnya yang dinilai dapat menentukan hasil Pemilu 2019.

Dari pandangan Dadang Darmawan, Calon DPD RI asal Sumut, generasi millenials memiliki beberapa ciri, yaitu cerdas di segala bidang, berjiwa optimis, kompetitif, toleran dan haus perhatian. Dengan karakteristik tersebut, generasi millenials memiliki potensi yang sangat luar biasa, bukan saja di Indonesia, tetapi juga di dunia.

“Kita bisa lihat revolusi pemimpin muda seperti Perdana Menteri Kanada yang berusia 26 Tahun, Menpora Malaysia yang berusia 25 tahun dan pemimpin muda lainnya,” kata Dadang saat menjadi salah satu pembicara diskusi publik bertema Peran Milenial dalam Pesta Demokrasi di Indonesia, yang digelar KNPI Kota Medan, Minggu (16/12).

Di Indonesia, peranan generasi millenials juga dinilainya sangat berpengaruh dan bukan tidak mungkin dapat mengubah tatanan politik di Indonesia, terlebih karena selain jumlahnya juga sangat besar. Hal itu dapat dilihat saat ini yang mana generasi millenials banyak menjadi calon legislatif dalam kontestasi Pemilu 2019.

Namun, lanjut Dadang, generasi millenals pada umumnya memiliki kelemahan dalam menganalisa asupan data dan informasi sehingga rentan terpapar hoax. Karena itu, penting juga bagi generasi millenials untuk meningkatkan literasi agar tidak terjebak dalam berita-berita yang menyesatkan.

Pembicara lain, Faishal Bahar mengatakan, generasi millenials harus bisa mewarnai semua lini kehidupan bernegara dan sudah saatnya bangkit untuk melakukan perubahan yang mendasar. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan terjun ke dunia politik.

“Pemuda ¬†tidak boleh menutup diri dari politik karena politik berkaitan dengan kekuasaaan sehingga jika tidak dikawal dengan baik, maka dapat menjadi bumerang bagi bangsa Indonesia,” paparnya.

Pemuda, kata dia lagi, harus melek politik untuk menjaga keutuhan bangsa dan momentum Pemilu 2019 nanti dapat dimanfaatkan. Yakni untuk menunjukkan pengaruh generasi millenials dengan memilih calon yang memiliki kompetensi untuk membangun bangsa.

Diskusi publik ini sendiri digelar guna memberikan pemahaman tentang Demokrasi lebih dalam kepada generasi millenials di Kota Medan. Kemudian juga untuk menggali peran generasi millenials dalam berdemokrasi. (dfnorris)

Berikan Komentar