Hadiri Perayaan Maulid Nabi, Anies Minta Doa Dapat Pengganti Sandi

oleh -610 views

garudaonline, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta doa ribuan jemaah Majelis Rasulullah agar segera mendapatkan pengganti Wakil Gubernur Sandiaga Uno yang mundur dari jabatannya. Sandiaga mundur demi kursi Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo, Calon Presiden 2019.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad yang digelar Majelis Rasulullah di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (20/11) pagi.

Di hadapan para jemaah, Anies mengaku kesulitan menghadiri berbagai undangan usai ditinggal Sandi. “Saya masih menjalankan amanat ini sendirian. Belum ada pasangan. Semoga punya jodoh usai dari tempat ini,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menjamin kepada masyarakat Jakarta bahwa program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap berjalan maksimal, meski tanpa pendamping.

Hingga saat ini, proses pengganti Sandi belum dimulai. Gerindra dan PKS selaku partai pengusung memiliki hak mengusulkan nama untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Namun, itu pun belum dilakukan karena belum ada kesepakatan terkait pengisian jabatan tersebut.

“Meski sendirian, dalam dorongan doa, semoga bisa dituntaskan sebaik-baiknya,” tutur Anies yang terpantau tiba di Lapangan Monas sejak pukul 06.45 WIB. Ia datang dengan mengenakan baju koko putih dan peci berwarna hitam.

Anies mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para jemaah yang menyemarakkan Lapangan Monas untuk berdoa dan berselawat. “Karena telah menjadikan tempat ini tempat yang berkah. Ini keberkahan tersendiri bagi kita semua, warga Jakarta,” kata Anies.

Tak lupa, ia mengingatkan para jemaah dan warga Jakarta untuk menjaga kebersihan lingkungan karena musim penghujan datang. Ia juga meminta masyarakat untuk menggalakkan program gerakan pembangunan sumur resapan di tempat tinggal masing-masing demi menekan risiko banjir.

Sebab, lanjut dia, sumur resapan cepat mengembalikan air hujan masuk ke dalam tanah ketimbang membiarkannya ke sungai karena berpotensi menimbulkan banjir.

“Karena itu mulai tahun ini kita memulai gerakan untuk mengembalikan air hujan ke dalam bumi. Di Jakarta permukaan tanah turun 7cm tiap tahun. Karena air tanahnya kita sedot, tapi tanahnya gak dapat asupan air,” tandasnya. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar