Hadiri Peringatan Maulid di Medan, Ma’ruf Amin: Ikutilah Cara Dakwah Rasulullah

oleh -433 views

garudaonline, Medan: Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah yang diinisiasi oleh Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin (JAMIN) Sumatera Utara, dihadiri oleh KH Ma’ruf Amin bersama KH Yusuf Mansur.

Dilaksanakan di Medan Internasional Convention Center (MICC) Jalan Gagak Hitam, Medan, Selasa (20/11/2018), perayaan Maulid tersebut juga dihadiri berbagai lapisan masyarakat.

Ma’ruf Amin, dalam sambutannya mengajak umat muslim untuk selalu meneladani dan mengikuti sunnah rasul. Baik itu dalam amalan maupun sikap dan perilaku serta perkataan.

Calon Wakil Presiden nomor urut 1 yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Nonaktif ini pun berharap jamaah dapat selalu bersikap dan berbicara dengan santun sesuai seperti perilaku Rasul. Hal itu dikatakannya karena belakangan ini banyak elemen bangsa yang mudah melontarkan makian dan kemarahan, bahkan oleh pemuka agama kepada jamaahnya.

Ma’ruf Amin juga menghimbau jamaah untuk sesering mungkin bersikap persuasif, seperti dengan menyampaikan ajakan, bukan ejekan atau hujatan, mengikuti gaya dakwah Rasulullah yang berhasil membangun dan pemimpin umat Islam karena kesantunannya.

“Nabi Muhammad tokoh tiada tara di dunia ini. Karena beliau telah mengubah, masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat Khairat Ummat,” katanya.

Dalam perayaan Maulid Nabi tersebut Ma’ruf mengatakan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap toleran. Dalam prinsip “Lakum Dii Nukum Wa Liya Diin” yang artinya, bagimu agamamu, bagiku agamaku.

Menurut Ma’ruf, prinsip dakwah Nabi Muhammad perlu diterapkan dalam kehidupan sosial dan bernegara, terlebih dalam suasana Pemilu saat ini. Yang mana toleransi harus tetap dijaga meskipun berbeda mazhab, berbeda pendapat, berbeda kelompok, berbeda keyakinan, sampai pada perbedaan partai politik dan calon Presiden yang didukung.

“Walaupun kita berbeda partai, berbeda capres, tetapi tidak perlu bertengkar. Di dalam satu bangsa, kita harus tetap rukun,” ujarnya. “Begitu pun antara satu umat Muslim dengan umat Muslim lainnya, harus tetap memelihara kasih sayang dan saling mencintai. Bukan selalu menonjolkan perbedaan dan bahkan saling membenci dan memusuhi” tambahnya lagi.

“Jangan seperti umat Islam di luar sana. Sesama umat Islam saja bisa saling bertempur dan membunuh, seperti yang terjadi di Timur Tengah, Suriah, Libanon, Yaman dan Afghanistan,” tandasnya.

Ma’ruf juga menerangkan, kondisi itu tidak terjadi di Indonesia karena sejauh ini Ukhuwah Islamiyah atau jalinan persaudaraan sesama umat Muslim masih terjalin kuat.

“Para jamaah harus memperkuat sikap saling pengertian, bukan salah pengertian. Bila tidak, maka apapun yang mestinya sudah benar akan selalu dianggap salah. Kita harus bertoleransi. Silaturahmi dan ukhuwah tidak boleh terputus, apalagi jika hanya karena berbeda partai dan dukungan calon presiden,”tegasnya.

Pada akhir sambutannya Ma’ruf mengalungkan surban kepada Yusuf mansur dan Bobi Nasution. Dia juga memberikan tanda jika Yusuf Mansur masuk menjadi pendukung Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Saya berikan (surban ini) kepada KH Yusuf Mansur. Berarti dia sudah masuk Jaringan Jokowi- Ma’ruf amin,” ungkapnya.

Yusuf Mansur pun menerima surban. Dia juga tampak menyalami dan mencium tangan Ma’ruf. Begitupun juga Bobi yang juga menjabat Ma’ruf.

Selesai Maulidan, Ma’ruf dijadwalkan akan bertolak ke Kota Binjai. Dia juga akan menghadiri peringatan Maulid Nabi di sana.

Rais Aam Nahdatul Ulama berusia 75 tahun itu juga akan menghadiri pertemuan halaqah atau lingkar ulama se-Sumatera Utara di Hotel Adi Mulia, Medan. Dia juga akan menghadiri peresmian posko Relawan Barisan Nusantara di Medan, sebelum akhirnya kembali bertolak ke Jakarta pada malam hari nanti. (voshkie)

Berikan Komentar