Hari ke-7 Pasca Longsor Sukabumi, 31 Tewas dan 2 Orang Dinyatakan Hilang

oleh -31 views

garudaonline, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan korban jiwa dalam peristiwa longsor di Cisolok, Sukabumi di pengujung tahun kemarin. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut korban tewas mencapai 31 orang meninggal berdasarkan data per Minggu (6/1).

“Pada hari ke-7 pasca longsor, 31 meninggal, dua orang masih belum ditemukan,” kata Sutopo, Minggu (6/1).

Hingga saat ini, kata Sutopo, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian korban longsor. Terdapat tiga orang yang mengalami luka, satu di antaranya yang mengalami luka berat, masih dirawat di RS Pelabuhan Ratu dan 2 orang sudah diperbolehkan pulang.

“31 korban meninggal dunia semuanya sudah berhasil teridentifikasi oleh petugas medis,” kata Sutopo menjelaskan.

Tim SAR gabungan, kata Sutopo, dipimpin oleh Badan SAR nasional (Basarnas) dibantu oleh TNI, Polri, BPBD, SKPD, PMI, Tagana, NGO, relawan dan masyarakat.

“Kondisi cuaca yang cerah sangat mendukung operasional di lapangan,” tegas Sutopo.

Sutopo menyebut daerah di Kabupaten Sukabumi banyak yang rawan longsor. Kondisi topografi perbukitan dengan batuan penyusun yang porus, gembur dan lepas menyebabkan mudah longsor. Banyaknya penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor menyebabkan tingkat risiko longsor tinggi.

“Selama 10 tahun terakhir telah terjadi 132 kali longsor,” rincinya.

Mitigasi longsor, kata Sutopo, masih memerlukan banyak perhatian, baik mitigasi struktural seperti penguatan tebing, pemasangan sistem peringatan dini longsor, penghijauan dan lainnya, juga mitigasi non struktural seperti pemetaan, sosialisasi, tata ruang, pendidikan kebencanaan, gladi dan lainnya.

“Puncak musim penghujan sebagian besar wilayah Indonesia adalah Januari hingga Februari. Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya,” tegasnya. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar