Hari Ketujuh Pasca Tsunami Selat Sunda, BNPB Catat 431 Korban Tewas

oleh -460 views

garudaonline, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga hari ketujuh peristiwa tsunami Selat Sunda terdapat 431 korban tewas, 7200 korban luka, 15 korban hilang, dan 46.646 orang mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan total korban tersebut berasal dari lima Kabupaten yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus. Jumlah korban dan dampak bencana paling banyak terjadi di Pandeglang.

“Kondisi pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, MCK, pakaian layak pakai, selimut, tikar, pelayanan medis, dan lainnya. Bantuan logistik terus dikirim namun terkendala distribusi ke titik pengungsian yang aksesnya cukup sulit dijangkau dan cuaca, khususnya di daerah Sumur,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/12).

Di Pandeglang tercatat 292 orang meninggal dunia, 3.976 orang luka-luka, delapan orang hilang, dan 33.136 orang mengungsi.

Korban meninggal di Kabupaten Serang tercatat 21 orang, 247 orang luka-luka, dan 4.399 orang mengungsi. Sementara itu, di Lampung Selatan tercatat 116 orang meninggal dunia, 2.976 orang luka-luka, 7 orang hilang dan 7.880 orang mengungsi.

Sedangkan di Pesawaran tercatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka dan 231 orang mengungsi, dan di Tanggamus 1 orang meninggal dunia dan seribu orang mengungsi.

Sutopo mengatakan untuk proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban di Sumur juga dikerahkan 31 alat berat berupa sembilan unit eskavator, satu unit greader, empat unit loader, tiga unit tronton, dan 14 unit dump truck. Tiga helikopter dikerahkan untuk mengirim logistik dari udara.

Sementara itu, penangananan darurat masih berlangsung hingga kini. Menurut Sutopo, kepala daerah telah menetapkan masa tanggap darurat di empat daerah yaitu Kabupaten Pandeglang (22 Desember hingga 4 januari), Serang (22 Desember hingga 4 Januari), Lampung Selatan (23 Desember- 29 Desember), dan Provinsi Banten (27 Desember hingga 9 Januari).

“Kemungkinan masa tanggap darurat di Kabupaten Lampung Selatan akan diperpanjang mengingat masih banyak korban yang perlu ditangani dan kebutuhan darurat masih diperlukan untuk kemudahan akses dalam penanganan bencana. Pada hari ini akan dilakukan rapat koordinasi membahas perpanjangan masa tanggap darurat di Kabupaten Lampung Selatan,” tuturnya.

Selain korban jiwa, Sutopo mengatakan daerah terdampak tsunami itu juga mengalami kerugian material. Kerugian itu antara lain 1.527 unit rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak dan beberapa kerusakan fasilitas public.

Sutopo mengklaim BNPB telah memberikam bantuan dana siap pakai sebesar Rp500 juta kepada BPBD Pandeglang dan Rp250 juta kepada BPBD Lampung. Selain uang, pihaknya juga yelah mengirimkan bantuan logistik.(CNN/voshkie)

Berikan Komentar