4 November, Jumlah Pengunjuk Rasa Ahok di Medan Lebih dari 900 Orang

oleh -236 views

garudaonline, Medan | Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memprediksi jumlah pengunjuk rasa anti-Ahok, 4 November 2016 mendatang di Medan, Sumatera Utara lebih dari 900 orang.

Mereka akan menyampaikan aspirasi terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan  Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu).

“Sebanyak 900 lebih massa ini datang dari Forum Ummat Islam (FUI) Medan 300 orang, IMM 50 orang, Hidayatullah 100 orang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 100 orang, Pemuda Muhammadiyah 100 orang dan Majelis Mujahidin Indonesia Sumut 100 orang.

Kemudian dari Muhammadiah Deli Serdang 50 orang, Alwasliyah Sumut 100 orang, Peta Sumut 50 orang dan ICMI Sumut 30 orang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting, Rabu (2/11/2016).

Untuk menghadapi demo besar-besaran ini, sambung Rina, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 9.886 personel yang sebagian akan disebar di sejumlah objek vital seperti Lapangan Merdeka, Kantor DPRD Sumut dan Masjid Agung, Medan.

Sebelum ke Mapolda Sumut, massa terlebih dahulu berkumpul di Masid Agung, Jalan Diponegoro, Medan. Seusai Salat Jumat, massa baru bergerak menuju Mapolda Sumut melalui rute Jalan Pengadilan, Raden Saleh, Stasiun Kereta Api, MT Haryono, Cirebon, Sisingamangaraja dan ‘finish’ Mapolda Sumut.

Di Mapolda Sumut, massa pengunjuk rasa akan menyampaikan beberapa aspirasi di antaranya pengecaman indikasi penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur Ahok, mendukung Fatwa MUI terkait pernyataan Ahok, mendesak kepolisian untuk segera malakukan proses hukum terhadap Ahok sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara massa Forum Umat Islam Bersatu dari Kabupaten Asahan akan melakukan long march dari Masjid Raya, Jalan Imam Bonjol Kisaran, Tugu Perjuangan (orasi), Jalan Cokro, Ahmad Rivai, Jalan SM Raja dan finish kembali di Masjid Raya, Jalan Imam Bonjol, Kisaran.

Sedangkan di Kota Tebingtinggi, massa juga akan menyampaikan aspirasi, mendukung Fatwa MUI Pusat terkait penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta dan meminta kepada pihak kepolisian segera memproses Gubernur DKI Jakarta yang diduga telah menista agama islam.

“Dalam menghadapi aksi unjuk rasa ini, Polres jajaran akan di back-up Polda Sumut. Kita akan melakukan pengawalan dan pengamanan secara terbuka dan tertutup mulai dari titik kumpul, rute-rute yang dilalui, lokasi dan sasaran unjuk rasa,” terang Rina. (g/10)

Berikan Komentar