“Ada Indikasi Kecurangan di Pilkada Siantar”

oleh -233 views

garudaonline – Siantar | Dua pasangan calon walikota Siantar Wesley Silalahi dan Teddy Robinson Siahaan mendatangi beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS)  yang  diduga sengaja  melakukan kecurangan pada saat perhitungan suara berlangsung,  Rabu (16/11/2016).

Wesley Silalahi dan Teddy Robinson Siahaan bersama tim sukses masing-masing awalnya mendatangi TPS I Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba.

Kedatangan mereka ke TPS itu lantaran calon Walikota Siantar Wesley Silalahi mendapat laporan dari saksinya bahwa KPPS di TPS itu banyak membatalkan suara mereka. Padahal, surat suara itu sebenarnya sah.

Selanjutnya, Wesley Silalahi dan TRS menuju TPS 5 di kelurahan yang sama. Sama halnya, di TPS itu KPPS membatalkan sejumlah surat suara milik Wesley hanya  karena lubang bekas coblosan karena terlalu besar meskipu tidak melewati garis pembatas.

Sesuai pengakuan saksi dari Wesley, sebelumnya ada juga surat suara milik pasangan Hulman Sitorus/Hefriansyah,  yang bekas lubang coblosan terlalu besar dan tak lewat garis pembatas, tapi disahkan.

Pembatalan surat suara milik Wesley Silalahi itu dilakukan setelah Ketua KPPS M Iqbal menelepon salah seorang Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Wesley kemudian mempertanyakan hal itu kepada Ketua KPPS M Iqbal. Namun saat itu, M Iqbal menyatakan pembatalan  selurub surat suara milik Wesley Silalahi  itu dilakukan atas perintah PPS bernama M Abdul.

Mendapat jawaban itu, sejumlah tim sukses kedua calon yang tak terima calonnya dicurangi kemudian mengamuk dan mencoba mendekati ketua KPPS itu. Namun, Wesley Silalahi dan TRS segera meredam amarah mereka dan mengajak seluruh tim suksesnya menuju kantor Panwaslih untuk membuat pengaduan.

Sejumlah petugas kepolisian yang berjaga di sekitar TPS kemudian segera mengamankan  lokasi sehingga kericuhan tak terjadi.

Ditemui ketika hendak meninggalkan lokasi, Wesley Silalahi mengatakan, penyelenggara pilkada Siantar telah melakukan kecurangan dengan membatalkan sejumlah surat suara miliknya.

Kecurangan itu diduga sengaja dilakukan secara sistematis dan terencana dengan maksud untuk memenangkan salah satu pasangan calon walikota Siantar. “KPPS juga ada menyebut nama Batara Manurung,”ucapnya.

Sementara Teddy Robinson Siahaan mengatakan, pihaknya akan segera menuju Kantor Panwaslih Kota Siantar untuk melaporkan kecurangan yang dilakukan penyelenggara pilkada tersebut.(JS)

Berikan Komentar