Akun Facebook Benardo Sinambela Dilaporkan ke Polisi

oleh -227 views

garudaonline – Medan | Pemilik akun facebook Benardo Sinambela dilaporkan ke Polda Sumut oleh Rustam Effendi (RE) Nainggolan melalui tim kuasa hukumnya, Ojak Nainggolan, Hengki Silaen, Patar Sihotang dan Sahabat RE Nainggolan, Selasa (13/12/2016). Laporan pengaduan RS tertuang dalam bukti STTLP/1623/XII/2016/SPKT I.

Menurut Ojak, pihaknya melaporkan Benardo Sinambe atas tulisan yang diposting dalam facebook tersebut yang telah menyudutkan kliennya.

“Kita melaporkan Benardo Sinambela atas tulisan yang dipostingnya di facebook-nya. Tulisan itu menyudutkan RE Nainggolan, klien kami. Tulisan fitnah dalam postingan itu menggiring opini masyarakat yang bisa menimbulkan kebencian dan permusuhan antara suku dan agama,” sebut Ojak kepada wartawan di Mapolda Sumut.

Menurut dia, ada beberapa postingan yang dilakukan Benardo Sinambela di Facebook yang menjadi persoalan tim kuasa hukum RE Nainggolan. Di antaranya, RE Naingggolan menjual isu pelestarian lingkungan Danau Toba tapi menerima CSR dari PT Toba Pulp Lestari (TPL).

“Di agamanya membenci simbol-simbol adat, tapi dalam acara keagamaan RE Nainggolan justru menerima ulos,” terangnya.

Selain itu, sambungnya, postingan yang dipermasalahkan yakni, RE Nainggolan juga pernah ditodong pistol oleh bandit lokal yang berkaitan dengan lobi-lobi proyek. Todongan itu membuat RE Nainggolan ciut dalam lobi-lobi proyek yang dijalankan menjadi tak sesuai rencana.

“Postingan itu di dalam akun facebook tersebut yang kita permasalahkan,” paparnya.

Dia berharap, laporan perkara Pasal 27 dan 28 tentang ITE yang dilaporkan itu dapat cepat diproses Polda Sumut. Sebab, bila tidak diproses, maka dapat menyebabkan masyarakat bertindak sesuka hati untuk berpendapat di media sosial dengan tuduhan-tuduhan tidak benar dan tanpa bukti.

“Ini sangat merugikan harga diri dan kepentingan dari RE Nainggolan. Bahkan, merusak kehormatan klien kami,” katanya.

Dia menegaskan, RE Nainggolan tak pernah mengganti nama Jalan Sisimangaraja, Kampung Sihite Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menjadi nama Jalan Julius Nainggolan.

Soalnya, kata dia, nama jalan itu berubah berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh Bupati untuk penabalan nama jalan tersebut.

“Melalui SK Bupati untuk penamaan jalan itu bukan RE Nainggolan. Persoalan keberatan masyarakat dan Benardo, harusnya ditujukan kepada Pemkab bukan kepada RE. Tulisan itu membuat opini yang jelek tentang RE.

Selama ini masyarakat mengidolakan RE, menjadi berubah. Kemudian kelompok masyarakat Dolok Sanggul jelas jadi permusuhan dengan Rajaoloan dengan Nainggolan. Ini yang buat kita stres,” kesal Ojak.

Disebutnya, penamaan jalan itu muncul saat wacana bedah buku. Saat itu, kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati, DPRD, Kapolres dan sejumlah SKPD hingga terbitnya SK tersebut.

“SK itu terbit awal Desember 2016 dan rencananya peresmian penabalan nama jalan itu tanggal 10 Desember 2016 lalu,” ujarnya.

Dengan adanya postingan yang dilakukan Benardo Sinambela pada 8 Desember 2016, pihak keluarga Julius Nainggolan langsung menunda penamaan jalan tersebut.

“Pihak keluarga langsung membatalkan. Sampai sekarang dia (Benardo Sinambela) menyudutkan RE Nainggolan melalui postingan facebook,” pungkasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyatakan, setiap laporan yang masuk selalu akan diproses.

“Ya diproses, itukan laporan. Bagaimana prosesnya, lihat nanti, itukan ada tahapan-tahapannya,” tandasnya.

(g/10)

Berikan Komentar